Jakarta, CNBC Indonesia - Kurma sering dianggap sebagai pemanis alami yang lebih sehat dibandingkan gula pasir. Rasanya yang manis, kaya nutrisi, kurma banyak digunakan sebagai alternatif gula dalam berbagai makanan maupun minuman.
Kendati demikian, benarkah kurma memang lebih sehat daripada gula biasa? Ahli gizi menjelaskan bahwa jawabannya tidak sesederhana "ya" atau "tidak".
Kurma Vs gula pasir
Mengutip Very Well Health, gula rafinasi pada dasarnya adalah sukrosa (gula dapur) yang telah dihilangkan nutrisinya selama proses pengolahan, sehingga hanya menawarkan kalori dan tidak ada yang lain.
Perbedaan paling signifikan antara kurma dan gula biasa adalah bahwa kurma utuh mengandung serat sekitar 1-2 gram per buah. Kurma mengandung antioksidan, dan mikronutrien, sedangkan gula putih tidak memiliki nilai gizi apa pun.
Serat dalam kurma utuh memperlambat laju penyerapan glukosa, sehingga menghasilkan peningkatan gula darah yang lebih bertahap daripada lonjakan dramatis yang dipicu oleh gula rafinasi. Selain gula darah, antioksidan dalam kurma dapat membantu mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan usus.
Ukuran saji yang direkomendasikan untuk kurma utuh biasanya 40 gram, menurut sebagian besar kurma kemasan, yang setara dengan sekitar 2 kurma Medjool atau 4-5 kurma Deglet Noor.
Secara keseluruhan, meskipun kurma masih merupakan sumber gula alami dan sebaiknya dikonsumsi dengan mempertimbangkan hal itu, kurma memang menawarkan beberapa nilai gizi, yang tidak dimiliki oleh gula rafinasi.
Hasil studi tentang kurma utuh vs gula
Beberapa studi telah meneliti bagaimana konsumsi kurma utuh memengaruhi kadar glukosa darah dan respons insulin. Hal ini biasanya menunjukkan bahwa kurma memiliki indeks glikemik sedang meskipun rasanya manis.
- Studi polifenol kurma: Beberapa penelitian telah meneliti bagaimana polifenol kurma (senyawa tumbuhan dengan efek antioksidan) memengaruhi sensitivitas insulin, dengan beberapa temuan bahwa senyawa tersebut mungkin memiliki efek antidiabetes.
- Perbandingan indeks glikemik (GI): Gula kurma memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada gula pasir. GI adalah skala dari 0 hingga 100 yang mengurutkan makanan yang mengandung karbohidrat berdasarkan seberapa cepat makanan tersebut meningkatkan gula darah setelah Anda memakannya.
Cara mengonsumsi kurma sebagai pengganti gula
Jika Anda tertarik menggunakan kurma dalam bentuk buah utuh untuk mendapatkan rasa manis alami, Anda dapat mencoba menggunakannya dengan beberapa cara berbeda (pastikan untuk membuang bijinya terlebih dahulu):
- Padukan dengan selai kacang favorit Anda dan beberapa biji kakao untuk camilan manis.
- Campurkan ke dalam smoothie sebagai pengganti madu atau sirup maple.
- Haluskan dalam food processor untuk mendapatkan pemanis buatan sendiri.
(hsy/hsy)
Addsource on Google


















































