Menteri RI Dapat Fasilitas Haji Mewah Bak Raja di Arab Saudi

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Ada satu menteri Indonesia yang mendapat perlakuan berbeda saat menunaikan ibadah haji di Tanah Suci Makkah. Dia memperoleh fasilitas mewah layaknya tamu kerajaan, jauh berbeda dibanding para jemaah lainnya. 

Sosok menteri beruntung tersebut adalah Bacharuddin Jusuf Habibie. Ceritanya bermula pada tahun 1984. Waktu itu, Pangeran Arab Saudi, Abdulaziz, sedang berkunjung ke Indonesia. Salah satu tempat yang dikunjunginya adalah Industri Pesawat Terbang Nurtanio (IPTN) di Bandung.

Di sana, Abdulaziz mengaku terpukau atas kehebatan Indonesia dalam merintis riset pembuatan pesawat terbang. Sebab, selama ini industri pesawat terbang didominasi oleh negara-negara Barat, khususnya Amerika Serikat (AS) yang melahirkan Boeing dan Airbus dari Prancis.

Rasa kekaguman itu kemudian semakin memuncak tatkala mengetahui sosok pemimpin IPTN adalah seorang Muslim bernama B.J Habibie.

"[...] Pangeran ini amat gembira dan bangga bahwa ada orang Asia, Muslim Lagi, yang mampu membangun dan memimpin industri penerbangan teknologi tinggi," ungkap Makmur Makka dalam autobiografi berjudul True Life of Habibie: Cerita di Balik Kesuksesan (2008).

Setelah kunjungannya ke Indonesia, Sang Sultan memberikan hadiah istimewa kepada B.J. Habibie berupa kesempatan menunaikan ibadah haji secara gratis. Tak tanggung-tanggung, fasilitas tersebut tidak hanya berlaku untuk dirinya seorang, melainkan juga untuk rombongan dalam jumlah besar. Artinya, pria asal Parepare itu diperbolehkan mengajak banyak orang untuk turut serta tanpa biaya.

Menurut koran Berita Yudha (25 Agustus 1984), Habibie mengajak 12 orang meliputi istri, kedua anak, ibu kandung, mertua dan beberapa staf terdekatnya. Semua berangkat dalam satu pesawat yang sama tanpa membayar sedikit pun karena ditanggung Raja Arab.

Tak sampai di situ, Habibie dan rombongan juga diberi fasilitas mewah. Dia tidur di tenda ber-AC, fasilitas mumpuni, dan penjagaan ketat. Bahkan, rombongan tersebut diberi kesempatan langsung ibadah di belakang Imam Masjidil Haram. Sosok yang menjadi Presiden ke-3 RI tersebut kemudian bertanya kenapa Arab Saudi sampai memberikan fasilitas seperti ini.

"Habibie, Anda adalah tamu Allah. Tamu Allah yang menentukan ya Allah sendiri," ungkap Sang Sultan.

Atas dasar itulah, sepulang ke Tanah Air, Habibie sempat berujar ingin kembali beribadah ke Arab Saudi secara diam-diam di lain waktu. Tujuannya sederhana, yakni agar tidak kembali merepotkan pemerintah setempat dengan penyambutan khusus.

Namun, rencana tersebut tak berjalan mulus. Saat kesempatan kedua itu datang, kabar kedatangannya terlanjur tersebar. Alhasil, pemerintah Arab Saudi kembali memberikan perlakuan istimewa, dengan fasilitas yang berbeda dari jemaah pada umumnya.

(mfa/wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |