Jakarta, CNBC Indonesia - Mati listrik yang terjadi di beberapa wilayah Sumatra sejak Jumat (22/5/2026) berdampak pada gangguan telekomunikasi. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mencatat 8.737 BTS terdampak karena pemadaman listrik itu.
Sebelumnya 10.146 site lumpuh pada pukul 00.00 WIB pada 23 Mei 2026, terdapat penurunan 1.410 site dalam 12 jam terakhir.
"Pemadaman listrik PLN pada 22 Mei 2026 turut berdampak pada layanan telekomunikasi di sejumlah wilayah Sumatra, tercatat hingga 23 Mei 2026 pukul 12.000 WIB, sebanyak 8.737 site telekomunikasi terdampak," kata Komdigi dalam unggahan Instagram, dikutip Selasa (26/5/2026).
Komdigi juga mengungkapkan layanan seluler terdampak pada 118 kabupaten/kota dan 10 provinsi yakni Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatra Selatan, Lampung, dan Kepulauan Bangka Belitung.
Data per 23 Mei 2026 pukul 12.00 WIB, wilayah terdampak terbesar berada di Sumatra Utara dengan 5.493 site (51,71%). Wilayah lainnya adalah Aceh sebanyak 1.904 site (48.13%) dan Sumatra Barat 565 site (13,95%).
Komdigi menjelaskan blackout menyebabkan BTS/site kehilangan pasokan listrik, jumlah site down meningkat, dan layanan telepon serta internet terganggu di sejumlah wilayah.
Pemulihan jaringan terus dilakukan secara bertahap. Pihak kementerian juga menjelaskan pihaknya berkoordinasi dengan operator seluler untuk memantau langkah pemulihan layanan.
Upaya pemulihan dilakukan dengan memonitor kondisi jaringan, koordinasi dengan operator seluler, koordinasi dengan balai monitor SFR dan Diskominfo daerah, serta pengawasan proses pemulihan layanan.
Operator seluler juga melakukan beberapa upaya untuk menjaga layanan bisa tetap berjalan. Mulai dari pengiriman genset ke BTS terdampak, penyediaan daya cadangan, prioritas pemuluhan di site penting, serta pengawalan distribusi bahan bakar genset.
(dem/dem)
Addsource on Google


















































