Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin mewacanakan program vaksinasi rabies massal seluruh anjing di Pulau Bali sebagai langkah strategis untuk memutus rantai penularan penyakit rabies. Pernyataan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri Kesehatan RI pada Selasa (23/6).
Dalam rapat tersebut, Menkes menyoroti masih tingginya risiko penularan rabies di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Bali yang memiliki populasi anjing cukup besar. Pulau Dewata juga menjadi salah satu daerah yang menjadi perhatian khusus terkait pengendalian rabies.
Menkes mengatakan, vaksinasi menyeluruh terhadap hewan penular rabies merupakan cara paling efektif untuk mencegah kasus gigitan yang berpotensi menimbulkan kematian pada manusia.
Dalam rapat tersebut, Menkes membeberkan kalkulasi anggaran yang dibutuhkan untuk merealisasikan program "Perangi Rabies" ini. Menurutnya, biaya yang diperlukan sebenarnya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan dampak pariwisata dan keselamatan warga.
"Di Bali itu ada sekitar 1 juta ekor anjing. Jadi biaya vaksin ini belum nego Rp50.000. Kalau manusia Rp 700 ribu. Jadi kalau Rp 50.000 dikali 1 juta totalnya itu Rp50 miliar, belum ditawar," ujar Budi Gunadi di hadapan anggota Komisi IX DPR RI.
Sentil Birokrasi, Ajak Pengusaha Hotel Urunan
Sementara itu, Menkes mengaku gemas dengan kerumitan birokrasi yang kerap memperlambat penanganan masalah kesehatan di lapangan. Ia bahkan berencana langsung menembak"l Penjabat (Pj) Gubernur Bali yang diakuinya sebagai senior semasa sekolah-untuk bergerak cepat tanpa melulu mengandalkan APBD yang kaku.
"Kalau Kementerian Pertanian tidak mau, Saya tuh rela kok datang ke Bali, itu Gubernurnya kan kakak kelas saya. (Saya akan bilang) 'Bos, masa Rp50 miliar enggak bisa diurusin?' Panggil itu pengusaha hotel segala macam bisa urunan. Kita suntik anjing se-Bali gitu, biar selesai kan," tegas Menkes.
Sementara itu, Budi juga sempat menganalogikan rumitnya birokrasi, akibat lambatnya koordinasi penunjang lintas sektor.
Sebagai langkah konkret, Kementerian Kesehatan berencana memanggil pihak Pemerintah Provinsi Bali untuk menyusun strategi percepatan penuntasan rabies ini secara total.
"Saya perlu terobosan, kita ajak Komisi IX dan pak Gubernur Bali kita duduk bersama dan coba bikin program 6 bulan dulu untuk suntik anjing di seluruh Bali," pungkas Menkes optimistis.
Kementerian Kesehatan menilai strategi ini sejalan dengan pendekatan One Health, yakni pengendalian penyakit yang melibatkan sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan secara terpadu. Program tersebut nantinya akan membutuhkan koordinasi dengan kementerian terkait, pemerintah daerah, serta komunitas pecinta hewan.
(hsy/hsy)
Addsource on Google

















































