Jakarta, CNBC Indonesia - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) terus mempercepat pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1B sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas wilayah Pantai Utara Jawa (Pantura) sekaligus mendukung integrasi jaringan Jalan Tol Trans Jawa. Hingga Juni 2026, progres pembangunan proyek ini mencapai 81,19% dan ditargetkan selesai pada April 2027.
Pada proyek Tol Semarang-Demak Seksi 1B, lingkup pekerjaan WIKA meliputi pekerjaan Ramp On, Ramp Off, Main Road, tanggul laut, combi wall, serta revetment. Sejumlah pekerjaan utama telah diselesaikan, di antaranya Ramp On, Ramp Off, Main Bridge, dan Combi Wall.
Sementara itu, pekerjaan yang saat ini masih berjalan adalah timbunan selected material top layer yang digunakan sebagai preloading sea dike.
Kehadiran Jalan Tol Semarang-Demak memiliki peran strategis dalam mengurangi beban lalu lintas di jalur Pantura, khususnya pada ruas Semarang-Demak, serta memperkuat konektivitas dalam sistem Jalan Tol Trans Jawa. Selain mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan distribusi logistik, proyek ini juga dirancang dengan fungsi ganda sebagai tanggul laut atau sea dike.
Fungsi ganda tersebut menjadi salah satu nilai penting dari proyek ini. Selain sebagai infrastruktur transportasi, Tol Semarang-Demak Seksi 1B juga menjadi bagian dari strategi mitigasi banjir rob di kawasan pesisir Semarang dan sekitarnya.
Proyek ini dirancang untuk membantu mengatasi genangan rob, dampak penurunan muka tanah atau land subsidence, serta kerusakan jalan Pantura akibat genangan air laut.
Corporate Secretary WIKA, Ngatemin, menyampaikan bahwa pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1B mencerminkan kontribusi WIKA dalam menghadirkan infrastruktur yang tidak hanya berorientasi pada konektivitas, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat pesisir.
"Tol Semarang-Demak Seksi 1B merupakan proyek strategis yang memiliki manfaat ganda, baik sebagai jalur konektivitas utama di Pantura maupun sebagai infrastruktur pengendali rob. Melalui proyek ini, WIKA berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur yang mampu menjawab kebutuhan mobilitas sekaligus memberikan perlindungan bagi kawasan pesisir Semarang," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (23/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, proyek ini memiliki tantangan konstruksi yang cukup kompleks karena dikerjakan di atas tanah lunak atau soft soil serta berhubungan langsung dengan area laut.
Untuk menjawab tantangan tersebut, WIKA menerapkan metode konstruksi khusus berupa penggunaan cerucuk bambu dan matras bambu sebelum dilakukan penggelaran material timbunan di atasnya. Struktur cerucuk dan matras bambu ini berfungsi menjaga stabilitas timbunan di atas tanah lunak sekaligus mendistribusikan beban timbunan secara merata.
Selain itu, proyek ini menerapkan teknologi Prefabricated Vertical Drain (PVD) dalam proses perbaikan tanah. Pelaksanaan pekerjaan timbunan dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan masa tunggu pada setiap stage timbunan, yaitu 55 hari untuk stage 1 sampai dengan stage 5, serta 150 hari untuk stage 6.
Tahapan tersebut diperlukan agar kepadatan timbunan dapat memenuhi persyaratan desain yang telah ditetapkan.
Dari sisi fungsi pengendalian rob, proyek ini dibangun dengan elevasi tanggul laut yang berada di atas muka air tertinggi laut, serta dilengkapi struktur revetment pada sisi laut.
Keberadaan tanggul laut tersebut juga bersinergi dengan kolam retensi yang berfungsi untuk membantu mengendalikan ketinggian muka air di sisi darat. Dengan demikian, ketika terjadi kenaikan elevasi muka air laut, kawasan darat di pesisir Semarang diharapkan dapat terlindungi dari genangan rob.
Pembangunan Tol Semarang-Demak Seksi 1B juga memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja. Pada masa puncak pekerjaan matras bambu, jumlah tenaga kerja yang terlibat mencapai sekitar 750 orang, dengan sekitar 200 di antaranya merupakan warga lokal.
Keterlibatan tenaga kerja lokal terutama dibutuhkan dalam pekerjaan penyusunan matras bambu yang dilakukan secara manual menggunakan ikatan tali nilon.
Setelah beroperasi penuh, Tol Semarang-Demak Seksi 1B diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam mengurai kepadatan lalu lintas di jalur Pantura Semarang-Terboyo-Demak. Selain itu, keberadaan tanggul laut dalam proyek ini juga diharapkan mampu membantu mengatasi permasalahan rob di kawasan pesisir Semarang, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat sekitar.
(dpu/dpu)
Addsource on Google

















































