Jakarta, CNBC Indonesia - Sedikitnya 17 orang tewas, termasuk seorang anak berusia 12 tahun, dalam serangan besar-besaran Rusia ke Ukraina pada Kamis (16/4/2026) waktu setempat. Selain korban jiwa, puluhan orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Serangan, yang disebut sebagai salah satu yang paling mematikan tahun ini, telah menghantam ibu kota Kyiv serta sejumlah kota lain. Rusia melancarkan serangan menggunakan kombinasi drone dan rudal yang menyebabkan kerusakan luas di berbagai wilayah.
Di Kyiv, kebakaran terjadi di berbagai titik setelah serangan menghantam bangunan apartemen dan hotel. Asap hitam pekat membumbung tinggi dan masih tercium hingga pagi hari saat warga bersama tim penyelamat membersihkan puing-puing.
"Saya khawatir akan negara kita dan semua yang kita miliki. Untuk rakyat. Saya sangat sedih atas anak-anak itu. Begitu banyak orang meninggal hari ini," ujar Olena Kapustian, warga Kyiv, yang menyaksikan langsung dampak serangan tersebut, seperti dikutip Reuters, Jumat (17/4/2026).
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan empat orang tewas di ibu kota, termasuk seorang anak, dengan sekitar 60 orang mengalami luka-luka. Ia menambahkan sebuah drone yang terbang rendah menghantam gedung apartemen 18 lantai, memicu kerusakan parah.
Sementara itu, serangan juga menghantam kota lain. Di Odesa, delapan orang dilaporkan tewas dan 26 lainnya luka-luka setelah sebuah gedung apartemen bertingkat tinggi rusak berat. Infrastruktur penting, termasuk fasilitas pelabuhan, turut terdampak.
Di kota Dnipro, empat orang tewas dan sekitar 30 lainnya luka-luka akibat serangan yang membakar sejumlah bangunan hunian. Serangan juga dilaporkan terjadi di Kharkiv, meski hanya menyebabkan dua orang luka-luka.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menegaskan serangan tersebut menunjukkan bahwa Rusia tidak layak mendapatkan pelonggaran sanksi internasional. Ia menyebut total korban luka mencapai sekitar 100 orang.
"Tidak mungkin ada normalisasi Rusia seperti sekarang ini. Tekanan terhadap Rusia harus berhasil. Dan penting untuk memenuhi setiap janji bantuan kepada Ukraina tepat waktu," kata Zelenskiy.
Di sisi lain, Rusia menyatakan serangan tersebut menargetkan infrastruktur energi dan fasilitas produksi militer Ukraina, termasuk pembuatan rudal jelajah dan drone.
Ukraina mengklaim telah menembak jatuh atau menetralisir ratusan target udara, termasuk 31 rudal dan 636 drone dalam periode 24 jam. Namun, sebagian serangan tetap berhasil menembus pertahanan dan menghantam sejumlah lokasi.
Di sisi lain, Ukraina juga melancarkan serangan balasan ke wilayah Rusia. Serangan drone ke pelabuhan Tuapse di Laut Hitam dilaporkan menewaskan dua orang dan memicu kebakaran besar di fasilitas energi strategis.
(tfa/șef)
Addsource on Google


















































