Portugal vs Kongo: Duel Raja Baterai Dunia, Penguasa Lithium vs Kobalt

5 hours ago 2

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

17 June 2026 20:40

Jakarta, CNBC Indonesia - Timnas Portugal akan memulai perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 dengan menghadapi Republik Demokratik Kongo. Laga perdana Grup K ini akan digelar di Houston Stadium atau NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, pada Kamis (18/6/2026) dini hari pukul 00.00 WIB.

Portugal datang sebagai salah satu kekuatan besar Eropa dengan deretan pemain bintang. Sementara itu, Kongo datang sebagai wakil Afrika yang siap memberi kejutan.

Namun, duel Portugal melawan Kongo bukan hanya menarik di lapangan hijau. Di luar sepak bola, kedua negara ternyata sama-sama punya peran penting dalam rantai pasok mineral dunia, terutama untuk bahan baku baterai listrik.

Portugal dikenal sebagai salah satu negara penting dalam peta lithium Eropa. Sementara Kongo merupakan raksasa kobalt dunia. Dua mineral ini sangat penting karena banyak digunakan dalam industri baterai, kendaraan listrik, perangkat elektronik, hingga penyimpanan energi.

Kondisi ini membuat pertemuan Portugal dan Kongo punya cerita lain di luar urusan bola. Saat dunia sedang berlomba mengembangkan kendaraan listrik, kedua negara ini memegang komoditas yang punya nilai strategis besar.

Portugal, Raja Lithium Eropa

Di luar sepak bola, Portugal juga punya posisi penting dalam peta komoditas masa depan. 

Negara di ujung barat Eropa ini menjadi salah satu pemain penting dalam peta lithium global, terutama karena menjadi satu-satunya negara Eropa yang masuk daftar 10 besar pemilik cadangan lithium terbesar dunia pada 2024.

Lithium sendiri merupakan mineral kunci dalam industri baterai modern. Komoditas ini banyak digunakan dalam baterai lithium-ion, yaitu jenis baterai yang dipakai pada kendaraan listrik, ponsel, laptop, hingga sistem penyimpanan energi. Semakin besar penjualan kendaraan listrik di dunia, semakin besar pula kebutuhan terhadap lithium.

Posisi Portugal menjadi menarik karena Eropa saat ini sedang berupaya memperkuat rantai pasok baterai sendiri. Selama ini, banyak negara Eropa masih bergantung pada pasokan mineral penting dari luar kawasan. Karena itu, keberadaan cadangan lithium di Portugal membuat negara ini punya nilai strategis bagi ambisi Eropa dalam industri kendaraan listrik.

Berdasarkan data cadangan lithium global 2024, Portugal memiliki cadangan lithium sebesar 60.000 metrik ton. Angka ini memang masih jauh di bawah raksasa lithium dunia seperti Chile, Australia, Argentina, dan China. Namun untuk ukuran Eropa, posisi Portugal sangat penting karena menjadi wakil utama kawasan tersebut dalam daftar besar lithium dunia.

Meskipun, cadangan lithium Portugal masih sangat kecil jika dibandingkan Chile yang mencapai 9,3 juta ton atau Australia yang mencapai 7 juta ton.

Namun, kekuatan Portugal terletak pada posisinya di Eropa. Di tengah perlombaan global membangun ekosistem kendaraan listrik, Portugal menjadi salah satu harapan Eropa untuk mengamankan bahan baku baterai dari dalam kawasan sendiri.

Lithium menjadi penting karena baterai adalah jantung dari kendaraan listrik. Tanpa pasokan lithium yang stabil, produksi baterai akan ikut terganggu. Ujungnya, industri kendaraan listrik juga bisa terkena dampak, mulai dari biaya produksi hingga harga jual kendaraan.

Karena itu, Portugal tidak bisa dilihat hanya sebagai negara sepak bola dengan nama besar di Eropa. Di luar lapangan, negara ini juga punya peran strategis dalam masa depan industri baterai dan kendaraan listrik.

Dengan cadangan lithium yang dimilikinya, Portugal layak disebut sebagai salah satu raja lithium Eropa.

Kongo, Raja Kobalt Dunia

Jika Portugal punya posisi penting dalam lithium Eropa, maka Republik Demokratik Kongo punya peran yang jauh lebih besar dalam pasar kobalt dunia. Negara di Afrika Tengah ini dikenal sebagai penghasil kobalt terbesar di dunia, bahkan dominasinya sangat sulit ditandingi negara lain.

Kobalt sendiri merupakan salah satu mineral penting dalam rantai pasok baterai modern. Mineral ini banyak digunakan dalam baterai lithium-ion, terutama untuk kendaraan listrik, ponsel, laptop, hingga sistem penyimpanan energi. Dalam baterai, kobalt berperan membantu menjaga stabilitas, daya tahan, dan keamanan baterai agar tidak mudah panas atau cepat rusak.

Inilah yang membuat posisi Kongo sangat strategis. Ketika dunia ramai-ramai mendorong kendaraan listrik dan energi bersih, kebutuhan terhadap mineral baterai ikut melonjak. Di tengah kondisi itu, Kongo menjadi salah satu negara yang paling sulit diabaikan karena pasokan kobalt dunia sangat bergantung pada negara ini.

Dominasi Kongo terlihat jelas dari produksi kobalt global. Pada 2025, produksi kobalt Kongo mencapai 230.000 metrik ton. Angka ini jauh di atas Indonesia yang berada di posisi kedua dengan produksi 44.000 metrik ton.

Posisi Kongo sangatlah  dominan.  Produksi kobalt negara ini lebih dari lima kali lipat dibandingkan Indonesia. Jika dibandingkan dengan Rusia yang berada di posisi ketiga, jaraknya bahkan jauh lebih besar lagi.

Besarnya produksi kobalt Kongo tidak lepas dari kekayaan mineralnya. Kobalt di negara ini banyak ditemukan bersama tembaga, terutama di kawasan sabuk tembaga Afrika Tengah. Karena itu, tambang kobalt di Kongo kerap berkaitan erat dengan industri tembaga.

Namun, dominasi ini juga membawa sebuah masalah. Industri kobalt Kongo sering dikaitkan dengan masalah tambang rakyat, keselamatan kerja, konflik sosial, hingga dugaan pekerja anak. Banyak penambang skala kecil bekerja dengan alat sederhana dan kondisi yang berisiko tinggi. Hal ini membuat kobalt dari Kongo sering menjadi bahan perdebatan dalam industri kendaraan listrik global.

CNBC INDONESIA RESEARCH   

[email protected]

(evw/evw)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |