Pemkab Sidoarjo Serius Antisipasi Banjir Sebelum Musim Hujan

2 weeks ago 7

Sidoarjo -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo di bawah kepemimpinan Bupati Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana serius melakukan langkah antisipasi banjir sebelum musim hujan. Sejumlah wilayah yang dinilai rawan genangan telah dipetakan dan mendapat intervensi melalui normalisasi sungai hingga penyiapan pompa.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Kabupaten Sidoarjo Makhmud mengatakan pihaknya rutin melakukan penanganan di lokasi-lokasi yang membutuhkan intervensi. Satgas Afvoer dan alat berat dikerahkan mulai hari Senin hingga Sabtu.

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan aliran air tetap lancar sekaligus meningkatkan kapasitas sungai dan saluran dalam menampung debit air ketika curah hujan meningkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiap hari kami lakukan di 4 UPT, termasuk alat berat kami. Kami tetap lakukan rutin di lokasi-lokasi yang perlu intervensi," kata Makhmud, Kamis (3/9/2026).

Menurut Makhmud, ada beberapa fokus utama dalam penanganan tersebut. Diantaranya normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan dan pembersihan titik-titik penumpukan sampah.

"Juga yang ketiga jadi perhatian kami adalah saluran-saluran yang terpenuhi oleh eceng gondok atau yang lainnya," terang Makhmud.

Penanganan tersebut ditargetkan terus dikebut hingga akhir tahun. Pemkab Sidoarjo ingin memastikan kondisi sungai dan saluran sudah siap sebelum memasuki musim hujan.

"Itu target kami. Sehingga harapan kami insyaallah nanti kami kejar sampai di akhir tahun, supaya nanti di musim hujan aliran sungai lancar semua," tuturnya.

Makhmud menyebut ada empat wilayah yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan genangan, yakni Taman, Waru, Candi, dan Tanggulangin.

Di wilayah Taman, Pemkab Sidoarjo telah melakukan intervensi pada sejumlah sungai sekaligus menyiapkan pompa untuk mengantisipasi genangan.

"Itu sudah kami intervensi di sungai-sungainya, termasuk kami siapkan pompa-pompanya yang di sana nanti kalau ada genangan sehingga pompa bisa bekerja dengan baik," lanjutnya.

Sementara di wilayah Waru, normalisasi Sungai Buntung menjadi salah satu langkah yang telah dilakukan. Pemkab juga berharap pembangunan bozem di kawasan tersebut dapat mendukung pengendalian air.

Berikutnya, wilayah Candi juga menjadi perhatian. Normalisasi Sungai Kedunguling saat ini terus berjalan agar aliran air dapat berfungsi lebih optimal ketika hujan.

"Dengan adanya normalisasi kami di sungai Kedunguling saat ini berjalan terus sama sungai yang lain nanti bisa terlaksana dengan baik," imbuhnya.

Penanganan di Candi juga berkaitan dengan kawasan Tanggulangin. Di wilayah tersebut, Pemkab Sidoarjo mengoptimalkan sistem Sungai Pintu dan pompa Kedungpeluk.

"Tanggulangin kita optimalkan dengan pompa Kedungpeluk insyaallah bisa berjalan baik," katanya.

Selain normalisasi sungai, Pemkab Sidoarjo menyiapkan strategi baru dengan menempatkan pompa di titik-titik yang selama ini rawan banjir sebelum musim hujan tiba.

Pemkab Sidoarjo juga menambah serta mengadakan pompa portabel berukuran besar untuk mendukung penanganan di lapangan.

"Nanti harapan kami Oktober akhir itu pompa kami geser-geser di tempat rawan banjir," pungkas Makhmud.

Simak juga Video 'BMKG Prediksi El Nino Berpuncak di Desember atau Januari 2027':

(ega/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |