Pecah Tangis Kakak Pertama Kenang 3 Anggota Keluarganya Tewas di Jakut

2 days ago 6

Jakarta -

Tiga orang satu keluarga ditemukan meninggal dunia dalam sebuah rumah di Warakas, Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Jenazah ibu dan 2 anaknya itu telah dimakamkan hari ini di TPU Rorotan.

Korban meninggal dunia diketahui seorang ibu bernama Siti Solihah (50) dan anak pertamanya yakni Afiah Al Adilah Jamaludin (28), serta anak keempatnya yakni Adnan Al Abrar Jamaludin (14). Sementara anak ketiga Siti bernama Abdullah Syauqi Jamaludin (23) ditemukan selamat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Kakak pertama Siti, Husni (56), tak kuasa menahan tangis mengenang sang adik. Husni mengingat pertemuan terakhir saat Siti mengantar makanan untuknya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tiga hari sebelum kejadian. Saya lupa. Hari Selasa atau hari Senin gitu, dia berkunjung ke saya. Saya kan habis dirawat, dirawat, dan di sini baru dua hari, dia datang membawa ikan mentah, sop mentah, 'ini dimasak ya, bisa bantu ini aja' katanya, 'iya nggak apa-apa. Itu aja. Udah cukup," ujar Husni sambil menangis saat ditemui di rumah duka, Warakas, Jakarta Utara, Sabtu (3/1/2026).

Siti merupakan anak ke-4 dari 6 bersaudara. Husni mengatakan Siti merupakan sosok yang pintar dan mudah tersenyum.

"Sosok ibu itu, jangankan dia keluar, di tetangga, saudara, semua dikenal luwes bergaul. Dan murah senyum, kebetulan dia kan punya lulusan yang tinggi juga. Jadi kalau di jemaah masjid, di jemaah ibu-ibu, dia pintar dalam menjawab pertanyaan, kayak kuis misalnya. Komentar temen-temennya, dia pintar nih, bukan sembarangan orang," tuturnya.

Awal Mula Mayat Ditemukan

Jasad ibu dan dua anaknya ditemukan tewas di Warakas, Jakarta Utara (Jakut). Jasad ketiganya ditemukan oleh anak kedua dari korban usai pulang kerja.

"Keterangan awal ya, keterangan awal dari anaknya yang pulang kerja itu, buka pintu kemudian mendapati keluarganya dalam kondisi apa... ya tiduran tapi mengeluarkan busa," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso kepada wartawan, Jumat (2/1).

Anak korban tersebut kemudian meminta pertolongan. Ia meminta tolong kepada warga sekitar.

"Yang bersangkutan minta tolong ke masyarakat sekitar," tuturnya.

(mib/lir)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |