Pasar Induk Kramat Jati Dihantui Sampah Menumpuk hingga Bau Busuk

19 hours ago 5
Jakarta -

Pasar Induk Kramat Jati di Jakarta Timur dihantui tumpukan sampah. Gunungan sampah ini tidak hanya mengganggu pemandangan tetapi juga menimbulkan bau busuk yang menyengat ke hidung warga.

Seperti dilansir Antara, Kamis (8/1/2026), seorang warga RT 03/RW 04 Kelurahan Tengah Kramat Jati, Roni, mengaku terganggu bau busuk tumpukan sampah itu. Bahkan, kata dia, bau itu tercium hingga hingga radius ratusan meter.

"Kalau biasa tidak bau. Tapi kalau pas dibongkar atau musim hujan itu baunya sampai tempat saya, RT 3, sekitar 200 meteran tercium," kata salah satu warga RT 03/RW 04 Kelurahan Tengah, Kramat Jati, Roni.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Roni mengatakan bau menyengat biasanya muncul ketika sampah sedang dibongkar atau saat musim hujan. Permasalahan bau sampah di Pasar Induk Kramat Jati ini bukan hal baru karena sudah terjadi selama bertahun-tahun.

"Wah sudah lama sekali. Tahunan, bukan bulan. Kalau sudah dibersihkan ya tidak bau. Tapi kalau numpuk lagi, ya bau lagi," ujar Roni.

Dia mengatakan dalam beberapa waktu terakhir, tumpukan sampah di kawasan Pasar Induk bahkan terlihat menggunung. Kondisi ini semakin parah ketika pengangkutan sampah terhambat.

"Kadang-kadang kalau pas diambilin ya tidak menggunung. Tapi kalau pas tidak diambil ya gitu. Alasannya kan TPA Bantar Gebang lagi macet. Ya itu urusan pengelola. Tapi dampaknya ke warga," jelas Roni.

Dia mengaku terganggu dengan bau busuk yang kerap masuk hingga ke dalam rumah warga. "Asli bau. Sampai ke dalam-dalam rumah. Kadang-kadang sampai bilang, 'duh, ini bau sampahnya sampai begini'," katanya.

Sumber bau didominasi sampah sayuran busuk dari aktivitas jual beli di pasar. Dia mengatakan kondisi ini berbeda dengan sampah rumah tangga yang volumenya lebih kecil.

"Ini kan sampahnya luar biasa, sampah Pasar Induk. Apalagi sayuran kalau busuk ya tahu sendiri," ucapnya.

Dia berharap pengelolaan sampah di Pasar Induk dapat ditangani lebih serius agar tidak lagi menumpuk dan menimbulkan bau menyengat. Warga juga berharap pengelola Pasar Induk bersama instansi terkait mencari solusi agar permasalahan sampah tidak terus berulang.

"Harapan warga ya supaya bersih. Walaupun ada sampah, cepat diangkat, jadi dampaknya nggak ke warga. Kalau pun bau, jangan terlalu sampai masuk rumah," kata Roni.

Warga Sebut Tumpukan Sampah Sudah Menahun

Keluhan juga disampaikan warga setempat lainnya, Syahrul (50). Akibat sampah menumpuk, membuat lalat kerap berdatangan ke rumah warga sekitar.

Kondisi tersebut semakin terasa saat musim buah. Lalat semakin banyak berkumpul di area depan rumahnya.

"Sudah lama, sudah bukan lama lagi, sudah tahunan seperti ini, tapi hampir ada sebulan terakhir lah yang tinggi," kata Syahrul.

Menurut dia, persoalan tumpukan sampah di pasar sudah berlangsung sejak satu bulan terakhir dan meresahkan warga. Warga sekitar pasar, kata dia, enggan menyampaikan protes baik kepada pengelola Pasar Induk Kramat Jati maupun kepada Dinas Lingkungan Hidup.

"Tidak ada yang berani ngomong gitu aja. Tidak ada yang berani demo, tidak ada yang berani cuma hanya marah sendiri-sendiri aja ngomong begini," kata Syahrul.

Tumpukan Sampah Mulai Diangkut

Setelah ramai menjadi sorotan warga, tumpukan sampah di Pasar Induk Kramat Jati mulai dibersihkan. Sepuluh truk sudah mengangkut tumpukan sampah.

"Alhamdulillah, sekarang ini, sudah ada tambahan armada, baik dari Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air maupun dari Dinas Lingkungan Hidup. Hari ini, sudah tercatat hampir 10 armada yang masuk dari rencana 20 armada yang disiapkan," kata Manager Pasar Induk Kramat Jati Agus Lamun dilansir Antara.

Pembersihan dilakukan personel dan armada truk dari jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta. Mereka mengangkut gunungan sampah di Pasar Induk Kramat Jati.

Dia menyebutkan jumlah armada hari ini meningkat signifikan dibanding hari-hari sebelumnya. Jika sebelumnya maksimal hanya delapan armada truk yang dioperasikan setiap hari, kini jumlahnya terus ditambah berkat dukungan lintas instansi.

Sejak Kamis pagi, puluhan personel kebersihan bersama armada truk pengangkut dikerahkan ke lokasi untuk mempercepat proses pengosongan gunungan sampah yang selama ini dikeluhkan warga.

Aktivitas bongkar muat sampah tampak berlangsung sejak pukul 05.30 WIB. Petugas dari DLH DKI Jakarta, yang dibantu UPK Badan Air serta pengelola pasar, bekerja bergantian mengeruk sampah yang telah menumpuk tinggi di area belakang pasar tersebut.

Sampah-sampah itu kemudian diangkut ke bak truk sebelum dibawa menuju tempat pembuangan akhir (TPA). Sejumlah alat berat juga disiagakan untuk mempercepat proses pengangkutan, mengingat volume sampah yang menggunung tidak memungkinkan jika hanya ditangani secara manual.

Pada saat yang bersamaan, beberapa petugas lainnya tampak menyisir jalur akses pasar untuk memastikan tidak ada sampah yang tercecer. Agus menegaskan penambahan armada itu dilakukan untuk mempercepat proses pengempesan gunungan sampah yang saat ini masih terlihat jelas dari kawasan pasar.

Menurut Agus, operasi hari ini memang difokuskan pada penanganan tumpukan yang sudah mengeras dan menimbulkan bau menyengat.

"Hari ini, kita berfokus pada penanganan gunungan sampah yang sekarang ada. Setelah itu, baru akan kita koordinasikan lagi untuk memastikan setiap harinya," ucap Agus.

Operasi pengangkutan itu terus dilakukan hingga volume sampah benar-benar berkurang signifikan. Melalui operasi pengangkutan berskala besar, pengelola pasar berharap kualitas lingkungan dapat segera pulih. Koordinasi lintas sektor juga terus dilakukan agar pengelolaan sampah harian lebih optimal dan tidak lagi menimbulkan penumpukan.

(knv/fas)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |