Orang Utan Sempurna Mati, Legislator: Karhutla Kalbar Tak Bisa Ditoleransi

2 weeks ago 22

Jakarta -

Orang utan bernama Sempurna mati akibat terdampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar). Anggota Komisi IV DPR sekaligus Ketua DPP PKB, Daniel Johan, mengatakan kondisi tersebut menjadi peringatan keras yang tak bisa ditoleransi lagi.

"Kita semua berduka dan sangat prihatin atas kematian orang utan yang sempat pingsan akibat paparan asap karhutla di Kalimantan Barat. Ini bukan sekadar kehilangan satu individu satwa dilindungi, ini alarm keras bahwa krisis karhutla Kalbar sudah menyentuh titik yang tidak bisa lagi ditoleransi," kata Daniel Johan kepada wartawan, Jumat (4/9/2026).

Dia mengatakan dampak karhutla tidak hanya dirasakan manusia dan orang utan. Menurut dia, sejumlah satwa lain turut terkena dampak sehingga menunjukkan luasnya kerusakan ekologis akibat karhutla.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kondisi Kalimantan Barat saat ini sangat memprihatinkan. Kualitas udara sudah membahayakan untuk dihirup, bukan hanya oleh satwa, tapi oleh masyarakat yang setiap hari harus bernapas di tengah kepungan asap," ujarnya.

Meski begitu, Daniel juga mengapresiasi upaya Yayasan IAR Indonesia (YIARI) dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dalam menangani serta mengevakuasi satwa terdampak karhutla.

"Saya juga mengapresiasi perjuangan masyarakat yang turun tangan memadamkan api dengan segala keterbatasan alat, seperti yang dilakukan oleh 'The Power of Mama' di Kabupaten Ketapang, meski semuanya kaum ibu, tapi perjuangan warga sipil di garis depan yang seharusnya didukung oleh berbagai sarana prasarana memadai, mereka mempertaruhkan jiwa raga agar api segera padam," ungkapnya.

Menurut dia, kondisi luar biasa akibat karhutla harus dihadapi dengan upaya ekstra. Pemadaman, kata dia, tak bisa hanya mengandalkan jalur darat ketika kondisi di Kalbar terus memburuk.

"Negara harus segera menetapkan status kebencanaan karhutla ini sebagai bencana nasional. Ini sudah terlambat, jangan menunggu korban jiwa terus bertambah baru kita mengambil keputusan," ujarnya.

Politikus PKB ini pun meminta Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan status bencana nasional tersebut. Khususnya, daerah terdampak di Kalbar.

"Kami memohon kepada Bapak Presiden agar mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat khususnya yang parah seperti Kalimantan Barat di atas segala pertimbangan lain, dan segera mengambil langkah extraordinary untuk mengakhiri krisis ini," tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengonfirmasi kematian orang utan Kalimantan (Pongo pygmaeus) bernama Sempurna. Sempurna sebelumnya ditemukan pingsan karena mengalami gangguan pernapasan diduga akibat paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Dilansir Antara, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Murlan Dameria Pane menyampaikan duka cita atas kematian Sempurna.

"Kami sangat menyayangkan Sempurna tidak dapat diselamatkan. Sejak menerima laporan dari masyarakat, tim BKSDA Kalimantan Barat bersama YIARI segera melakukan evakuasi dan memberikan penanganan medis sesuai dengan kondisi satwa. Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan serta faktor yang diduga berkontribusi terhadap kematiannya," kata Murlan, Kamis (3/9/2026).

Dia menjelaskan, Sempurna ditemukan dalam kondisi sangat lemah dan mengalami gangguan pernapasan di Dusun Sempurna, Desa Kuala Satong, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang.

Saksikan Live DetikSore:

(amw/idn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |