Menkes Tegaskan BPJS Tak Kenal Kasta: Ini Asuransi Gotong Royong

5 hours ago 6

Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menekankan BPJS Kesehatan bukan asuransi komersial. Budi Gunadi mengatakan BPJS adalah asuransi gotong royong.

"Jadi tidak kelas 1 itu kasta Brahmana, kelas 3 itu kasta Sudra. Karena Pak Dirut ini mazhabnya sama saya itu, BPJS adalah asuransi gotong royong. Ini bukan asuransi komersial. Jadi sebenarnya secara konsep nggak bener tuh, orang yang bayar tinggi lebih dapat servis tinggi," kata Budi Gunadi di Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR, Selasa (9/6/2026).

Budi Gunadi mencontohkan setiap orang yang membayar pajak di RI mendapat hak yang sama dari negara. Ia menekankan tak peduli kaya atau miskin semua pengguna BPJS harus mendapat kesempatan yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sama kayak orang pajak. Saya bayar pajak lebih tinggi dari sopir saya. Apakah saya dapat jalannya di jalan Thamrin berbeda dengan sopir saya? Kan tidak. Apakah saya kalau mau jalan-jalan di taman berbeda dengan sopir saya? Kan tidak," kata Budi.

Dia menjelaskan selama ini persepsi tentang kelas di BPJS itu salah. Dia mengatakan layanan BPJS itu sama rata.

"Konsep BPJS, asuransi sosial adalah gotong royong. Jadi selama kita masih bicara kelas-kelas, itu salah. Itu salah konsep karena harusnya dia kaya ataupun dia miskin, untuk BPJS sebagai asuransi sosial dia harus mendapatkan layanan yang sama. Unsur equity dan keadilannya ada di sana, itu namanya sebabnya asuransi sosial," sambungnya.

Ia mengatakan BPJS merupakan asuransi sosial yang fungsinya memberikan proteksi pembiayaan kesehatan untuk 280 juta rakyat Indonesia. Budi meminta tidak ada perbedaan penetapan kelas.

"Bahwa ini adalah konsepnya gotong royong. Orang yang bayar mahal harus mensubsidi orang yang memang bayarnya sedikit dan mendapatkan layanan kesehatan yang sama," ujar Budi.

Dalam rapat ini, Wakil Ketua Komisi IX DPR Nihayatul Wafiroh sempat meminta izin ke peserta rapat terkait Budi Gunadi yang mesti meninggalkan ruang rapat. Terbaru, diketahui jika Menkes datang ke Istana untuk memenuhi panggilan Presiden Prabowo.

"Izin sepertinya Pak menteri harus bergeser saya mendapat WA. Pak Wamen masih bisa di sini ya? Untuk menunggu sampai terakhir ya?" kata Nihayatul.

"Kita izinkan Pak Menteri untuk bergeser dulu ya Pak Wamen, untuk bisa standby di sini. Lewat mana pun yang tidak ada wartawan boleh deh Pak he-he-he.... Silakan dilanjut," imbuhnya.

(dwr/zap)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |