Kanthi Malikhah, CNBC Indonesia
10 March 2026 15:15
Jakarta, CNBC Indonesia - Dalam Al-Qur'an, ada pola menarik yang berulang puluhan kali, yaitu setiap kali Allah memerintahkan shalat, perintah itu sering diikuti dengan kewajiban menunaikan zakat.
Potongan ayat وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَاٰتُوا الزَّكٰوةَ muncul berulang dalam berbagai ayat, seakan menegaskan bahwa dua ibadah ini tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan seorang Muslim.
Melansir dari Dompet Dhuafa, secara keseluruhan kata zakat disebut sekitar 30 kali dalam Al-Qur'an, dan 27 di antaranya muncul bersama dengan perintah shalat. Hal ini menegaskan bahwa kedua ibadah tersebut menempati posisi yang sangat penting dalam struktur ajaran Islam.
Mengapa Keduanya Selalu Disebut Bersama?
Penyebutan shalat dan zakat secara bersamaan menegaskan dua dimensi utama dalam ajaran Islam.
Shalat menjadi simbol hubungan seorang hamba dengan Allah (hablumminallah). Melalui ibadah ini, seorang Muslim menjaga kedekatan spiritual, memperkuat iman, serta mengingat kembali tujuan hidupnya sebagai hamba Tuhan.
Sementara itu, zakat mencerminkan tanggung jawab sosial manusia terhadap sesamanya (hablumminannas). Dengan menunaikan zakat, seorang Muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga berkontribusi dalam membantu kelompok yang membutuhkan serta mengurangi kesenjangan dalam masyarakat.
Karena itu, penyebutan shalat dan zakat secara berdampingan dalam Al-Qur'an dapat dipahami sebagai penegasan bahwa keimanan tidak cukup diwujudkan melalui ibadah ritual semata. Nilai iman juga harus tercermin dalam tindakan nyata yang membawa manfaat bagi kehidupan sosial.
(mae/mae)
Addsource on Google


















































