Jakarta -
Bukan hanya mengganti pucuk pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN), Presiden Prabowo juga telah menunjuk Kuntadi sebagai Jaksa Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) yang baru. Dirinya mengisi jabatan eks Jampidsus Febrie Adriansyah yang tersandung kasus TPPU.
Penunjukan tersebut diteken melalui keputusan presiden (keppres) yang ditandatangani Prabowo pada Rabu (22/7). Hal ini diamini oleh Mensesneg Prasetyo Hadi. Dia menyebut persetujuan ini dilakukan dari rujukan Tim Penilai Akhir dari Jaksa Agung.
"Berkenaan dengan keppres sesuai dengan usulan dari Jaksa Agung berkenaan dengan pejabat di lingkungan Kejagung, dapat kami informasikan bahwa kemarin Bapak Presiden telah menandatangani keppres sesuai dengan penilaian Tim Penilai Akhir sebagaimana mengacu pada surat usulan dari Jaksa Agung," kata Mensesneg Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (22/7)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pihak melihat jika Kuntadi merupakan sosok yang tepat untuk menduduki jabatan tersebut. Tokoh yang pernah dianugerahi Adhyaksa Awards 2024 pada kategori Jaksa Tangguh dalam Pemberantasan Korupsi itu memiliki rekam jejak kuat dalam pemberantasan kasus korupsi.
Beberapa kasus besar yang pernah ditanganinya antara lain korupsi proyek yang merugikan negara senilai Rp 8 triliun dan menjerat 16 tersangka termasuk mantan Menkominfo Johnny G Plate. Kuntadi juga tercatat sebagai pemimpin penyidikan kasus korupsi di lingkungan PT Timah Tbk, yang merugikan negara hingga Rp 300 triliun.
Anggota Komisi III DPR RI, Rudianto Lallo, menyebut jika hadirnya Kuntadi sebagai Jampidsus akan menjadi harapan baru bagi masyarakat. Senada dengan hal tersebut, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, mengatakan jika dirinya menaruh harapan penuh kepada Kuntadi agar dapat menjadi ujung tombak penanganan kasus korupsi di Indonesia.
"Saya Habiburokhman, selaku Ketua Komisi III DPR RI, mengucapkan selamat atas diangkatnya Pak Kuntadi sebagai Jampidsus baru. Beliau dikenal sebagai sosok jaksa yang bersih, berintegritas, dan independen," kata Habiburokhman, Kamis (23/7/2026).
Lalu apa tantangan yang akan dihadapi Kuntadi di tengah narasi menipisnya kepercayaan publik terhadap pemberantasan korupsi di Indonesia? Simak ulasannya bersama detikSore.
Menuju Jawa Barat, detikSore akan mengulas bagaimana warga serta pemerintah daerah bersatu untuk menumpas praktik begal. Merangkum detikJabar, kriminalitas jalanan disertai kekerasan tengah marak terjadi di beberapa wilayah di Jawa Barat.
Meski melibatkan masyarakat, namun warga diminta untuk main hakim sendiri. Hal ini diungkapkan oleh Walikota Bandung, Muhammad Farhan. Terkait hal ini, dirinya mengingatkan jika penindakan kriminalitas hanya dapat dilakukan oleh pihak berwenang. Dirinya juga khawatir jika pada akhirnya terjadi salah sasaran.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menggelar sayembara dengan hadiah hingga senilai Rp 50 juta bagi warga yang bisa melumpuhkan pelaku kejahatan, termasuk begal. Hal ini diungkapkan oleh KDM melalui akun resmi Instagram miliknya. Ia menyebut siapa pun yang bisa menangkap pelaku kejahatan dan menyerahkannya ke polisi dalam keadaan hidup akan mendapatkan hadiah.
Semasif apa praktik begal di Bandung? Simak ulasannya dalam detikSore!
D'Masiv mengawali era baru dalam perjalanan karir mereka yang sudah memasuki tahun ke-23 melalui single teranyar berjudul 'On Our Own'. Lagu yang dirilis pada 27 Mei 2026 ini menjadi pintu masuk ke dalam fase baru D'Masiv sebagai artis independen dengan ambisi global. Mereka menyebut, 'On Our Own' adalah sebuah refleksi jujur tentang dunia yang terasa semakin bising dan penuh kepalsuan.
Setelah delapan album yang hampir seluruhnya berisi lagu berbahasa Indonesia, "On Our Own" merupakan salah satu cara untuk mencapai cita-cita mengglobal mereka. Rian, sang vokalis, bahkan mengatakan jika dirinya dan personel lain telah menyiapkan lagu berbahasa Inggris sejak satu dekade lalu.
Akan seperti apa era baru D'Masiv? Bagaimana D'Masiv meramu materi-materi barunya agar diterima oleh banyak orang? Saksikan penampilan dan obrolan bersama D'Masiv dalam segmen Sunsetalk!
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"
(vys/gub)


















































