KPK menyita mobil Alphard yang diduga merupakan suap dari pengusaha ke Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini (LAZ). Mobil itu terlihat dipasangi segel oleh KPK.
Dalam foto yang diterima, Kamis (23/7/2026), Alphard tersebut tampak berwarna hitam. KPK menyebut mobil itu diduga suap dari Alvonsus Gani selaku pihak swasta.
Mobil itu awalnya disita saat OTT di rumah Lalu Ahmad. Kini, mobil itu diamankan di Mako Brimob di NTB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Salah satu yang dilakukan penyitaan dalam kegiatan ini yakni 1 unit mobil Toyota Alpard, yang diduga diterima Bupati LAZ dari ALG (Alvonsus Gani) selaku pihak swasta, terkait proyek-proyek di PT AMGM," kata Jubir KPK Budi Prasetyo.
"Untuk mobilnya, diamankan pada saat peristiwa tertangkap tangan di rumah bupati, yang kemudian dibawa ke Mako Brimob," tambahnya.
KPK juga telah melakukan penggeledahan di Lombok Barat terkait kasus ini. Namun, Budi belum menjelaskan apa saja yang disita.
"Penggeledahan oleh penyidik dilakukan untuk mencari alat bukti tambahan, pasca-KPK menetapkan para pihak sebagai tersangka dalam perkara ini. Penggeledahan masih berlangsung, nanti kami update perkembangannya," sebutnya.
KPK sebelumnya menetapkan Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini sebagai tersangka dugaan korupsi karena ikut main proyek dan menerima suap. Total penerimaan diduga mencapai Rp 12,4 miliar dalam bentuk uang tunai dan barang.
KPK sita Alphard suap Bupati Lombok Barat (dok. KPK)
"Berdasarkan bukti permulaan yang sah, KPK kemudian menaikkan perkara ini ke tahap penyidikan, dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka," kata Plt Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein dalam konferensi pers di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (21/7).
Mereka adalah:
1. Lalu Ahmad Zaini selaku Bupati Lombok Barat
2. Sudirman selaku Direktur Utama PT Air Minum Giri Menang Lombok Barat (PT AMGM)
3. Alvonsus Gani selaku Direktur Utama PT Meconel Sistim Instrument (PT MSI).
Berikut ini rincian suap yang diterima Lalu Ahmad Zaini:
- Satu unit mobil merek Toyota Alphard senilai Rp 1,2 miliar;
- Satu pasang sepatu merek Hermes senilai Rp 19 juta;
- Akomodasi perjalanan LOP-JKT (Bupati sering kali melakukan perjalanan Lombok-Jakarta PP);
- Uang tunai sekurang-kurangnya senilai Rp 380 juta;
- Satu unit telepon genggam merek iPhone 17 Pro senilai Rp 26 juta;
- Satu ekor sapi kurban senilai Rp 17 juta.
Jika ditotal, Lalu Ahmad menerima Rp 12,4 miliar dalam bentuk uang, barang, dan fasilitas.
Saksikan Live DetikSore:
(ial/haf)


















































