Mendes PDT Siapkan Beasiswa dan Magang ke Jepang untuk Pemuda Desa

11 hours ago 1

Jakarta -

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto memperkuat kerja sama dengan Jepang untuk mengirim minimal 30.000 pemuda desa mengikuti program magang dan beasiswa. Program tersebut digagas melalui kolaborasi dengan Exceed Cooperative Japan.

Yandri mengatakan kerja sama ini akan diresmikan lewat penandatanganan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) di Osaka, Jepang. Ia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Direktur Exceed Cooperative Japan Watanabe Daisuke dan Harada Tsubasa atas rencana kolaborasi tersebut.

"Saya berterima kasih kepada Mr. Watanabe Daisuke dan Mr Harada Tsubasa, kita akan MoU di Osaka. Target kita di awal ini permintaan mereka minimal 30.000. Kita akan lakukan pemetaan kemudian pendetailan tentang program ini supaya jalan. Kita akan libatkan sepuluh asosiasi desa untuk memenuhi kuota dari permintaan Exceed Cooperative Japan," tutur Yandri Susanto, dalam keterangan tertulis, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat audiensi dengan Exceed Cooperative Japan dan Hakko Fukushikai Foundation Japan di Kantor Kemendes PDT, Senin (3/8) itu, Yandri menilai kerja sama ini saling menguntungkan untuk kedua negara. Indonesia memiliki potensi sumber daya manusia yang besar, sedangkan Jepang membutuhkan tambahan tenaga kerja akibat menurunnya populasi usia produktif.

Melalui program ini, para pemuda desa tidak hanya memperoleh kesempatan bekerja dan meningkatkan kompetensi, tetapi juga dipersiapkan menjadi agregator desa yang mampu mengembangkan potensi ekonomi dan pembangunan desa setelah kembali ke Indonesia.

"Nanti kita MoU Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia. Perempuan atau laki-laki usia produktif kita berangkatkan ke Jepang dengan pola beasiswa dan magang. Setelah mereka magang mereka akan jadi agregator desa yang kalau mereka pulang, mereka akan menjadi pemuda yang paham bagaimana memajukan desa sesuai potensi yang ada di desanya," tambahnya.

Penjaringan dan pelatihan peserta program tersebut akan segera dimulai dengan melibatkan banyak pihak. Selain sepuluh asosiasi desa, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga akan turut andil, di antaranya terkait akomodasi keberangkatan yang rencananya dilakukan tahun depan.

Rencana kerja sama ini mendapat sambutan positif dari Presiden Director Exceed Cooperative Japan Watanabe Daisuke. Menurutnya, kolaborasi dengan Indonesia menjadi langkah strategis untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja di Jepang yang terus meningkat seiring menurunnya jumlah penduduk usia produktif dalam beberapa tahun terakhir.

"Selama tujuh tahun ini dikarenakan usia produktif semakin menurun akhirnya kami butuh tenaga kerja terutama dari Indonesia. Selama tujuh tahun ini kami banyak kirim tenaga kerja bidang kesehatan, logistik, konstruksi, pabrik, dan pertanian," ujarnya.

Hadir mendampingi Mendes Yandri yaitu Sekretaris Jenderal (Sekjen) Taufik Madjid, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Agustomi Masik, Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur (BPI) Mulyadin, dan Direktur Jenderal Pembangunan Ekonomi Infrastruktur (PEI) Tabrani. Audiensi ini akan ditindaklanjuti dengan penandatanganan MoU dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) di Osaka, Jepang, untuk memperkuat regulasi kerja sama kedua belah pihak.

Simak juga Video: Cerita WNI Urus VISA Kerja ke Jepang, Salah Satunya Buat #KaburAjaDulu

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |