Haidar Alwi Dukung Tim Preventive Strike Polda Metro: Jadi Benteng Demokrasi

6 hours ago 1

Jakarta -

Polda Metro Jaya membentuk Tim Preventive Strike dalam rangka mengantisipasi gangguan kamtibmas. Tim ini dibentuk untuk melakukan mitigasi dini dan menindak tegas pihak-pihak yang berupaya merusak kondusifitas wilayah.

Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institute (HAI), Haidar Alwi, menilai pembentukan Tim Preventive Strike Polda Metro Jaya merupakan langkah strategis untuk menjaga demokrasi dari pembajakan, kekerasan, penyusup dan provokator, serta memastikan masyarakat tidak menjadi korban.

"Tim tersebut tidak boleh dipelintir sebagai alat untuk membungkam kritik atau menyerang kebebasan menyampaikan pendapat. Tim Preventive Strike Polda Metro Jaya karena itu harus ditempatkan sebagai benteng demokrasi: melindungi kritik, menjaga keselamatan rakyat, memisahkan massa damai dari pelaku kekerasan, dan memastikan kebebasan tidak berubah menjadi kedok kriminalitas," ujar Haidar Alwi, dalam keterangannya, Senin (3/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia sepakat bahwa demonstrasi harus dilindungi dan kritik harus dijamin. Tetapi tindak kekerasan tidak dapat dibiarkan. Ia menyampaikan, bahwa Tim Preventive Strike adalah pesan tegas bahwa demokrasi akan dijaga, rakyat akan dilindungi, dan tidak seorang pun boleh menggunakan kebebasan sebagai lisensi untuk menciptakan kehancuran.

Ia berpendapat, demokrasi tidak hanya membutuhkan kebebasan berbicara, tapi juga keamanan agar kebebasan tersebut dapat dijalankan tanpa rasa takut, tanpa intimidasi, dan tanpa ancaman dari kelompok yang sengaja menjadikan kerumunan sebagai kamuflase tindak pidana.

"Karena itu, Tim Preventive Strike harus dilihat sebagai benteng yang berdiri di antara demonstran damai dan kelompok perusuh. Ketika polisi mampu memisahkan keduanya secara cepat dan akurat, aspirasi masyarakat tetap dapat disampaikan, sementara pelaku kekerasan kehilangan ruang untuk bersembunyi di balik massa," paparnya.

Menurutnya, jika indikator ancaman telah terdeteksi secara objektif, Polda Metro Jaya mempunyai kewajiban melakukan mitigasi, patroli, pengamanan objek vital, komunikasi dengan koordinator aksi, pengaturan lalu lintas, pemetaan kelompok berisiko, serta penindakan hukum secara terukur terhadap individu yang terbukti merencanakan atau melakukan kekerasan.

Tim Preventive Strike juga menjadi jawaban atas standar ganda yang selama ini diarahkan kepada Polri. Standar ganda tersebut harus dihentikan agar Polri tidak terus ditempatkan dalam posisi di mana setiap tindakan dianggap salah, sementara kelompok yang menyiapkan kekerasan terbebas dari sorotan dan tanggung jawab.

"Ketika polisi bersiap sebelum terjadi kerusuhan, polisi dituduh berlebihan. Ketika kerusuhan pecah, polisi dituduh gagal mengantisipasi. Ketika personel dikerahkan, polisi dianggap mengintimidasi. Ketika pengamanan lemah dan fasilitas dibakar, polisi kembali dipersalahkan. Standar ganda semacam itu harus dihentikan," ungkapnya.

Ukuran tertinggi keberhasilan polisi adalah tragedi yang berhasil dicegah, korban yang tidak pernah jatuh, fasilitas yang tidak pernah terbakar, dan masyarakat yang tetap dapat menjalankan aktivitasnya dengan aman.

"Tidak terjadinya kerusuhan bukan bukti bahwa kesiapsiagaan polisi berlebihan, melainkan menjadi bukti bahwa deteksi dini, patroli, komunikasi, pengamanan, dan pencegahan bekerja sebagaimana mestinya," ucapnya.

Wujud Polri Presisi

Preventive Strike juga mencerminkan pendekatan Polri Presisi yang prediktif. Polisi tidak hanya bereaksi terhadap kejahatan yang telah selesai dilakukan, tetapi membaca pola, mendeteksi potensi ancaman, mengendalikan eskalasi, dan memutus rangkaian kekerasan sebelum menghasilkan kerugian yang lebih besar.

"Pendekatan prediktif tersebut harus dijalankan dengan disiplin hukum. Kritik tidak boleh dikategorikan sebagai ancaman. Ajakan demonstrasi damai tidak boleh diperlakukan sebagai tindak pidana. Penindakan harus didasarkan pada perbuatan konkret, bukti yang sah, dan indikator kekerasan yang dapat dipertanggungjawabkan," sambungnya.

Meski demikian, Haidar Alwi mengatakan bahwa Polda Metro Jaya juga perlu memastikan bahwa setiap operasi Preventive Strike berada dalam satu komando yang jelas, dilengkapi dokumentasi, pengawasan internal, penggunaan kamera lapangan, pencatatan penggunaan kekuatan, serta evaluasi pascaoperasi. Langkah tersebut penting untuk melindungi dua pihak sekaligus: masyarakat dari kemungkinan penyalahgunaan kewenangan dan anggota kepolisian dari tuduhan yang tidak sesuai fakta.

"Ketegasan dan akuntabilitas bukan dua prinsip yang saling meniadakan. Ketegasan diperlukan agar negara tidak kalah oleh perusuh. Akuntabilitas diperlukan agar kekuatan negara tetap berada dalam batas hukum. Massa damai harus diberi ruang, dilindungi, dan difasilitasi. Koordinator aksi harus diajak berkomunikasi. Jalur darurat harus dijaga. Jurnalis, tenaga medis, pendamping hukum, dan masyarakat sekitar harus memperoleh perlindungan. Namun terhadap pelaku yang membawa bom molotov, senjata tajam, alat perusak, atau secara nyata menyerang masyarakat dan petugas, negara tidak boleh ragu," pungkasnya.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan Tim Preventive Strike ini terdiri dari direktorat operasional yang ada di Polda Metro Jaya. Tim ini tidak hanya berfokus pada pengamanan di wilayah Jakarta, tetapi juga di wilayah penyangga Ibu Kota.

"Kapolda Metro Jaya sudah menegaskan membentuk tim Preventive Strike yang terdiri dari Direktorat Operasional yang ada di Polda Metro Jaya. Jadi sudah melakukan mitigasi awal, apabila ada kelompok-kelompok yang mencoba membuat kerusuhan, membuat situasi tidak nyaman dan aman di wilayah hukum Polda Metro Jaya termasuk wilayah-wilayah penyangga, akan dilakukan tindakan tepat, tegas, dan terukur," jelas Kombes Budi Hermanto dalam keterangannya, Jumat (31/7).

Kombes Budi Hermanto menegaskan bahwa pihak kepolisian terus meningkatkan intensitas patroli secara masif di daerah-daerah perbatasan, seperti perbatasan Bekasi dan Depok dengan Jawa Barat, serta wilayah Tangerang yang berbatasan langsung dengan Banten. Langkah mitigasi ini dilakukan demi menjaga Jakarta tetap aman.

"Langkah-langkah mitigasi sudah berjalan. Kami terus melakukan peningkatan patroli, mulai dari skala kecil, sedang, hingga skala besar. Terutama di wilayah-wilayah penyangga yang menjadi pintu masuk," tambahnya.

Lihat juga Video: Polres Metro Jakarta Selatan Gelar Patroli Besar Jaga Kamtibmas

(mea/imk)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |