Jakarta -
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin Apel Pemulangan Praja IPDN dan ASN Kemendagri Gelombang I di Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, hari ini. Apel penutupan diikuti oleh 1.141 orang, terdiri atas Praja IPDN, ASN Kemendagri, serta unsur pimpinan IPDN.
Dalam sambutannya, ia mengapresiasi dedikasi dan kinerja Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri selama menjalankan penugasan kemanusiaan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang.
"Adik-Adik saya yang saya cintai, praja IPDN yang bertugas selama kurang sebulan, saya bangga dengan adik-adik," ujar Tito dalam keterangan tertulis, Selasa (3/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tito menyampaikan dalam kurun waktu satu bulan penugasan, telah terlihat perkembangan yang baik di Aceh Tamiang. Ia menuturkan kompleks Kantor Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sudah mulai dapat difungsikan kembali sehingga aktivitas pemerintahan dapat berjalan dan aparatur mulai kembali bekerja.
"Kemudian kantor-kantornya sebagian besar sudah bersih. Teman-teman ASN Kemendagri juga memberikan pendampingan sampai membesarkan semangat teman-teman ASN [Aceh Tamiang] agar tidak merasa sendiri," papar Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera tersebut.
Lebih lanjut, Tito mengungkapkan aktivitas pemerintahan di Aceh Tamiang sempat lumpuh total karena hampir seluruh gedung perkantoran terdampak lumpur. Oleh karena itu, Kemendagri bersama kementerian/lembaga terkait, TNI, Polri, serta pemerintah daerah memobilisasi berbagai sumber daya. Hal ini termasuk pengerahan Praja IPDN dan ASN Kemendagri dengan dukungan peralatan dan alat berat guna mempercepat proses pembersihan dan pemulihan.
"Jadi ini adalah the right time and the right place. Kepada adik-adik yang Latsitarda (Latihan Integrasi Taruna Wreda) juga saya sudah sampaikan [amanat], dari Akmil, AAL, AAU, Akpol, ada dari BSSN, ada dari Unhan," ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Tito juga memastikan dukungan bagi Aceh Tamiang akan terus berlanjut. Ia menyampaikan gelombang lanjutan Praja IPDN dan ASN Kemendagri akan kembali diturunkan untuk melanjutkan tugas pemulihan, baik di lingkungan perkantoran maupun fasilitas umum lainnya. Dengan begitu, proses pemulihan dapat dilakukan secara menyeluruh.
"Kita bantu, jangan nanggung-nanggung. Kita bantu Kabupaten Aceh Tamiang. Itulah bagian dari pemerintahan. Dan Kemendagri adalah pembina dan pengawas pemerintahan daerah, kita harus buktikan bahwa memang tugas sebagai pembina dan pengawas itu kita lakukan. Akan ada datang lagi gelombang berikutnya tanggal 6 [Februari] ya, sebanyak 769 orang," jelasnya.
Tito mengungkapkan penugasan ini menjadi pengalaman berharga yang tidak akan selalu bisa terulang. Selain sebagai operasi kemanusiaan, kegiatan tersebut menjadi ruang praktik bagi Praja IPDN dan ASN Kemendagri untuk menerapkan ilmu pemerintahan di lapangan.
"Kita akan berikan juga sertifikat. Sertifikat yang nanti menjadi kenang-kenangan seumur hidup. Saya sudah sampaikan pada saat berdiri di sini, waktu menerima Adik-Adik datang, belum tentu semua mendapat kesempatan yang sama untuk datang ke tempat ini, selain operasi kemanusiaan, mempraktikkan ilmu, di tempat sebenarnya yang sedang masalah," pungkasnya.
Sebagai informasi, apel tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto, Wamendagri Akhmad Wiyagus, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri Safrizal ZA, Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi, serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Tamiang.
Simak juga Video 'Sekolah Rusak Kena Banjir Diprioritaskan Dapat Dana Revitalisasi 2026':
(anl/ega)


















































