Mati Listrik Hampir 24 Jam, Pemerintah Saling Lempar Tanggung Jawab

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC India - Mati listrik sudah tentu menganggu aktivitas warga. Apalagi, kalau hal tersebut terjadi selama hampir 24 jam.

Setidaknya, kejadian ini terjadi di India. Ribuan warga di Kota Nagpur, terpaksa menjalani hampir 24 jam tanpa listrik.

Laporan media lokal menggambarkan pemadaman melanda kawasan Futala, Bharat Nagar, dan sejumlah wilayah di sekitarnya. Gangguan terjadi setelah kabel listrik utama bawah tanah tidak sengaja rusak saat proses berlangsung.

"Akibatnya, pasokan listrik terhenti selama hampir satu hari penuh bagi ribuan pelanggan," tulis Times of India, Kamis, dikutip Jumat (18/6/2026).

Dilaporkan mati listrik terjadi setelah kabel listrik bawah tanah bertegangan tinggi rusak karena pekerjaan tertentu. Warga mengeluhkan aktivitas sehari-hari terganggu akibat pemadaman berkepanjangan tersebut.

Selain rumah tangga, sejumlah usaha dan fasilitas umum juga terkena dampaknya. Cuaca panas yang melanda wilayah tersebut mendukung situasi karena pendingin ruangan dan kipas angin tidak dapat digunakan.

Insiden ini juga memunculkan polemik di antara instansi terkait. Sejumlah lembaga saling melempar tanggung jawab mengenai pihak yang seharusnya memastikan keamanan infrastruktur bawah tanah sebelum pekerjaan dilakukan.

"Hingga kini, penyebab pasti dan pihak yang bertanggung jawab masih tetap terjadi," tambah laman tersebut lagi.

Kasus kerusakan kabel akibat proyek galian bukan kali pertama terjadi di Nagpur. Dalam beberapa bulan terakhir, sejumlah pemadaman listrik besar juga dilaporkan terjadi setelah alat berat merusak jaringan listrik bawah tanah saat proyek konstruksi berlangsung.

Perusahaan distribusi listrik setempat akhirnya berhasil memperbaiki kerusakan dan memulihkan pasokan listrik. Namun kejadian tersebut kembali memunculkan kerentanan infrastruktur perkotaan dan lemahnya koordinasi antarinstansi dalam pelaksanaan proyek pembangunan.

(sef/sef)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |