Marak Narkoba dari Malaysia ke Indonesia

5 hours ago 8
Jakarta -

Belum lama ini Kopilot asal Malaysia, Mohd Saufi bin Othman (39), ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) karena membawa 26 kg ekstasi. Terbaru, 3 warga Malaysia juga diamankan dalam kasus narkoba di Soetta.

Penyelundupan narkoba dari Negeri Jiran ini terendus oleh Bea Cukai Bandara Soetta pekan lalu. Kala itu, petugas Bea Cukai menemukan kecurigaan pada saat pemeriksaan X-ray bagasi penumpang di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soetta pada Selasa (28/7), sekitar pukul 23.30 WIB.

"Petugas melihat salah satu koper yang mencurigakan, setelah koper tersebut diambil oleh pemiliknya atas nama Mohd Saufi bin Othman yang merupakan pilot salah satu maskapai penerbangan asing," kata Brigjen Eko Hadi dalam keterangannya, Kamis (30/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas kemudian memeriksa koper dan pemiliknya di ruang pemeriksaan kantor Bea Cukai. Dalam pemeriksaan diketahui, koper tersebut ternyata berisi sabu dan ekstasi.

"Saat diperiksa tim mendapatkan narkotika jenis ekstasi sebanyak 14 bungkus besar dan 1 bungkus paket narkotika jenis sabu," imbuhnya.

Bea Cukai kemudian menginformasikan temuan tersebut kepada petugas Dittipidnarkoba Bareskrim Polri. Hasil interogasi, tersangka Saufi mengaku disuruh seseorang untuk membawa sabu tersebut ke Jakarta.

"Tersangka Saufi disuruh oleh seseorang untuk membawa ekstasi tersebut ke Jakarta dengan upah RM 50.000," imbuhnya.

Setiba di Jakarta, Saufi akan diarahkan oleh seseorang yang diduga berada di Malaysia bahwa akan ada orang yang akan mengambil ke hotel (penginapan).

"Tersangka Saufi sudah tiga kali membawa narkotika. Yang pertama, membawa narkotika jenis sabu ke Sabah, kemudian yang kedua membawa sabu sebanyak 7 kg ke Jakarta, dan yang terakhir ini membawa ekstasi dan sabu ke Jakarta, namun berhasil digagalkan," tuturnya.

Tersangka Saufi juga dites urine. Hasil tes urine menyatakan pilot tersebut positif mengandung sabu, ekstasi, dan kokain.

Saat ini tersangka telah diserahkan ke Bareskrim Polri untuk proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut.

Malaysia ikut dalam menyelidiki kasus ini. Polisi Malaysia telah mengidentifikasi seseorang diduga pemasok narkoba jenis ekstasi yang dibawa Mohd Saufi bin Othman (39) ke Soetta. Pemasoknya diduga salah satu staf yang bertugas di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

"Individu tersebut termasuk staf yang terlibat dalam pemeriksaan keamanan di KLIA, kami akan memanggilnya untuk pemeriksaan dan, jika perlu, melakukan penangkapan," ujar Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (NCID) Bukit Aman, Datuk Hussein Omar Khan, dilansir Kantor Berita Bernama, Rabu (5/8).

Hussein mengatakan bahwa penyelidikan awal menemukan bahwa tersangka memperoleh narkoba tersebut di sebuah apartemen di Ampang. Dia menyebut penyelidikan kini berfokus pada berbagai aspek, termasuk keamanan di pintu masuk bandara.

"Pemeriksaan juga menemukan bahwa tersangka sempat datang ke KLIA pada pagi hari, melakukan check-in untuk bagasi yang berisi narkoba tersebut, lalu meninggalkannya di KLIA sebelum terbang ke Kota Kinabalu, kembali ke Kuala Lumpur, dan berangkat ke Jakarta membawa bagasi tersebut," jelasnya.

Sementara itu, Hussein mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu informasi dari Polri. Kepolisian Malaysia juga akan mengirimkan petugas ke Jakarta guna melakukan pemeriksaan terkait kasus ini.

3 Wanita Malaysia Bawa Narkoba Diamankan di Soetta

Satu minggu berlalu, pada Senin (3/8), petugas kembali mengamankan warga negara (WN) Malaysia yang diduga membawa narkotika. Barang haram itu diselundupkan di tas toileters hingga sepatu. Ada tiga orang yang diamankan.

Peristiwa ini terjadi di Terminal 2F Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta. Pesawat 3 penumpang tersebut berasal dari Kinabalu. Ketiga wanita tersebut berinisial WLSN, TKL, dan HBN.

Penindakan ini bermula dari kecurigaan petugas BDO (Behavior Detection Officer). Penumpang kemudian diarahkan ke jalur merah untuk pemeriksaan mendalam.

"Dibawa di tas toileters pada koper, pada dompet, pada bungkusan obat, saku jaket, dan di dalam sepatu yang dikenakan," bunyi keterangan Bea Cukai.

Total barang bukti yang didapatkan petugas adalah 0,5 gram abu diduga kokain, 0,3 gram abu diduga kokain, 2 gram bubuk diduga kokain, 4,2 gram pil diduga MDMA, 1,8 gram bubuk diduga ketamin, 2,4 gram pil diduga MDMA, 16,9 gram lintingan tembakau diduga bercampur dengan ketamin, 1,4 gram serbuk putih diduga kokain, 1 pcs cartridge diduga mengandung ketamin.

Petugas sudah melakukan uji sampel terhadap barang yang telah diperiksa tersebut. Bea Cukai juga sudah berkoordinasi dengan Satresnarkoba Polresta Bandara Soetta.

Kepolisian Malaysia menanggapi penangkapan tiga wanita warga negaranya tersebut. Kepolisian Malaysia menyebut ketiga wanita yang ditangkap di Indonesia itu berasal dari Sabah.

Direktur Departemen Investigasi Kriminal Narkotika (NCID) pada Kepolisian Malaysia, Datuk Hussein Omar Khan, seperti dilaporkan kantor berita Bernama dan dilansir Malay Mail, Kamis (6/8), mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi dari Kepolisian Republik Indonesia (POLRI) soal penangkapan itu.

Disebutkan bahwa ketiga wanita yang ditangkap itu berasal dari Sabah, dan berusia antara 30-39 tahun.

Hussein mengatakan bahwa hasil penyelidikan menunjukkan dua wanita di antaranya memiliki catatan kriminal terkait narkoba sebelumnya dan merupakan pengguna narkoba. Menurut Hussein, jumlah narkoba yang disita oleh POLRI tergolong kecil dan diduga dimaksudkan untuk konsumsi pribadi.

"Penangkapan ketiga wanita ini diketahui tidak terkait dengan kasus-kasus sebelumnya yang melibatkan penahanan seorang pilot dan seorang pria berusia 22 tahun di Indonesia," kata Hussein kepada kantor berita Bernama.

Saat menanggapi rentetan penangkapan terkait narkoba yang melibat warga negara Malaysia di luar negeri, Hussein tidak menampik bahwa posisi geografis Malaysia merupakan salah satu faktor yang menjadikannya jalur transit bagi sindikat perdagangan narkoba internasional.

"Sebagian besar sindikat perdagangan narkoba ini berasal dari negara-negara di sebelah utara Malaysia, dan kita menjadi jalur transit bagi mereka untuk bergerak menuju Indonesia, Singapura, Filipina, dan beberapa negara lainnya," ucapnya.

"Oleh karena itu, kita akan memperketat prosedur standar operasi yang ada di titik-titik keluar dan masuk negara ini guna memastikan Malaysia tidak terus-menerus dicap sebagai negara transit narkoba," tegas Hussein dalam pernyataannya.

Lihat juga Video: Pemasok Narkoba yang Dibawa Pilot ke RI Sudah Teridentifikasi

(lir/isa)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |