Manajer Kopdes Bisa Jadi Pegawai BUMN, Ini Penjelasan BP BUMN

1 hour ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) buka suara terkait Manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih yang akan memiliki status sebagai pegawai BUMN.

Wakil Kepala BP BUMN Tedi Bharata mengatakan, status tersebut akan dimiliki selama 2 tahun dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).

Menurutnya, selama dua tahun bekerja mereka akan mendapat gambaran yang akan berhubungan dengan sejumlah perusahaan BUMN.

"Ini kan manajer Kopdes ya, koperasi. Jadi ini sebagai karyawan (pegawai BUMN). Tapi selama dua tahun ini kan teman-teman yang nanti diterima itu kan nanti dapat banyak exposure," ujarnya saat ditemui di Wisma Danantara Jakarta, Jumat (17/4/2026).

Ia menuturkan, selama dua tahun, para Manajer Kopdes akan bekerja di bawah perusahaan pelat merah, yaitu Agrinas. Mereka yang memiliki jiwa kepemimpinan tersebut selanjutnya akan diseleksi dengan bekal pengetahuan yang diperoleh.

"Ada Agrinas yang memberikan training, memberikan bantuan. Sehingga ke depannya dia bisa mengembangkan koperasi ini. Ini kan tahap awal aja," ucapnya.

Pada tahap awal, Manajer Koperasi Desa akan dituntut kemampuannya untuk memiliki kinerja yang berkualitas. "Kalau kinerjanya kurang, ya mohon maaf, sepertinya juga nggak bisa lanjut. Ini karyawan, tapi perlu memiliki entrepreneurship yang tinggi," imbuhnya.

"Dan dua tahun ini akan dididik dengan banyak pengalaman, exposure, dan juga berhubungan dengan banyak pihak. Saya kira itu pengalaman yang sangat berharga untuk mereka ini," tutupnya.

Sebagai informasi, pemerintah buka puluhan ribu lowongan pekerjaan untuk menjadi pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih. Bahkan, pemerintah menjanjikan benefit bagi para pelamar untuk mendapatkan status menjadi pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah ingin pengelolaan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih dikelola oleh Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas.

"Pemerintah, melalui Panitia Seleksi Nasional SDM PHTC, akan membuka rekrutmen untuk putra-putri terbaik Indonesia untuk ikut serta dalam pengelolaan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih," ujar Zulkifli dalam keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI), Kamis (16/4).

Rekrutmen tersebut dilakukan melalui Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) untuk 35.476 pelamar. Mereka yang lolos seleksi akan menjadi pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) selama dua tahun sesuai skema program untuk penguatan operasional.

Ia merincikan, 35.476 posisi tersebut terdiri dari 30.000 lowongan untuk posisi manajer koperasi yang nantinya berada di bawah PT Agrinas Pangan Nusantara. Sementara itu, 5.476 lowongan sisanya dibuka untuk posisi pegawai kampung nelayan dengan status kepegawaian di bawah PT Agrinas Jaladri Nusantara.

Dalam proses rekrutmen tersebut, pemerintah akan menjalankan seleksi terbuka. Pendaftaran telah dibuka sejak 15 April kemarin hingga 24 April 2026 melalui situs phtc.panselnas.go.id.

Rekrutmen ini terbuka bagi lulusan D3, D4, dan S1 dari semua jurusan, dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75 serta usia maksimal 35 tahun. Ia menegaskan, dalam proses seleksi ini tidak ada pungutan biaya bagi pelamar.

"Selain itu, kami tegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi ini tidak dipungut biaya apapun," lanjut Zulkifli.

Pendaftaran hanya dapat dilakukan melalui situs resmi tersebut dan memastikan proses seleksi akan berlangsung secara adil. Zulkifli juga mengimbau calon pelamar untuk mewaspadai berbagai bentuk penipuan yang menjanjikan kelulusan tanpa melalui proses seleksi resmi.

"Tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan. Bila ada pihak yang minta imbalan, nanti janji lulus, nah itu berarti menipu, berbohong," tegas Zulkifli.

Pemerintah kemungkinan akan membuka rekrutmen tahap berikutnya, seiring target pembangunan 80.000 koperasi di seluruh Indonesia.

(rob/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |