Jakarta, CNBC Indonesia - Malaysia semakin serius menggarap komoditas durian sebagai produk unggulan nasional. Hal itu ditunjukan dari upaya pemerintah yang meminta petani dan produsen untuk mendaftarkan varietas durian mereka dalam skema perlindungan indikasi geografis (IG), guna meningkatkan nilai jual dan daya saing di pasar global.
Indikasi geografis merupakan penanda yang menunjukan suatu produk berasal dari wilayah tertentu, ini menunjukan kualitas, reputasi, karakteristik dari produk yang dihasilkan.
Direktur Jenderal lembaga terkait pemerintah Malaysia, Yusnieza Syarmila Yusoff menyatakan bahwa perlindungan indikasi geografis memungkinkan produsen memperoleh penguatan merek serta harga premium, karena konsumen dapat mengenai keaslian dan keunikan produk berdasarkan asal geografisnya.
"Perlindungan indikasi geografis memungkinkan produsen asli untuk menikmati branding yang lebih kuat dan harga pasar premium karena konsumen mengenali keaslian dan kualitas unik yang terkait dengan asal geografis tertentu," kata Yusnieza, mengutip VNExpress International, dikutip Minggu (15/2/2026).
Sejauh ini, empat varietas durian telah terdaftar dalam skema tersebut, yakni Musang King, Black Thorn, Balik Pulau, dan Durian Nyekak. Berdasarkan data korporasi, jumlah varietas durian Malaysia bisa mencapai hingga 128 jenis.
Langkah ini dinilai penting di tengah ketatnya persaingan pasar durian Asia, khususnya untuk ekspor ke China dan negara-negara Asia Timur lainnya yang permintaannya terus meningkat.
Di sisi lain, seorang anggota parlemen Malaysia baru-baru ini menyebut varietas langka Durian Merah berpotensi menjadi daya tarik utama agrowisata sekaligus komoditas komersial bernilai tinggi apabila dikembangkan secara serius.
Masiung Banah menjelaskan bahwa Durian Merah telah lama menjadi makanan tradisional masyarakat etnis Sungai. Daging buahnya yang berwarna merah kerap ditumis bersama rempah-rempah untuk dijadikan sambal khas yang populer di wilayah utara Sabah. Produk olahan tersebut dinilai memiliki peluang menembus pasar Asia yang lebih luas.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

















































