Deretan 10 Saham Paling Bersinar di Pekan Ini

2 hours ago 1

Chandra Dwi Pranata,  CNBC Indonesia

15 February 2026 14:45

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar saham Indonesia sepanjang pekan ini terbilang cerah bergairah, meski di perdagangan akhir pekan ini terkoreksi, di tengah upaya pemulihan kepercayaan investor global menyusul serangkaian tekanan terhadap integritas pasar modal serta penyesuaian pandangan lembaga pemeringkat internasional terhadap prospek utang Indonesia.

Merujuk Refinitiv, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di perdagangan terakhir pekan ini, Jumat (13/2/2026) ditutup melemah 0,64% di posisi 8.212,27. Namun sepanjang pekan ini, IHSG melonjak 3,49% secara point-to-point (ptp).

Pembalikan arah IHSG terjadi di tengah upaya pemulihan kepercayaan investor global menyusul serangkaian tekanan terhadap integritas pasar modal serta penyesuaian pandangan lembaga pemeringkat internasional terhadap prospek utang Indonesia.

Pemerintah dan otoritas bursa merespons hal ini dengan langkah-langkah strategis, mulai dari perbaikan transparansi data hingga diplomasi ekonomi tingkat tinggi ke Amerika Serikat.

Dari sisi ekonomi regional, data terbaru dari China menunjukkan bahwa tantangan ekonomi di kawasan Asia masih cukup berat. Biro Statistik Nasional China melaporkan bahwa tingkat inflasi konsumen (CPI) pada Januari 2026 melambat secara signifikan menjadi 0,2 % secara YoY.

Angka ini turun tajam dibandingkan bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 0,8%, serta berada di bawah ekspektasi pasar yang memperkirakan inflasi di level 0,4%. Penurunan ini menandai level inflasi terendah sejak Oktober tahun lalu, yang mengindikasikan masih lemahnya permintaan domestik di China.

Faktor utama penekan inflasi adalah penurunan harga pada kelompok makanan, yang mencatat deflasi sebesar 0,7% setelah sebelumnya naik pada bulan Desember. Penurunan harga terlihat jelas pada komoditas pokok seperti daging babi, telur, dan minyak goreng.

Selain itu, inflasi inti yang tidak memperhitungkan harga pangan dan energi juga tercatat melemah ke level 0,8%, yang merupakan laju terlemah dalam enam bulan terakhir.

Data ini memberikan sinyal bahwa upaya stimulus konsumsi yang dilakukan pemerintah China belum sepenuhnya berhasil mendongkrak daya beli masyarakat secara berkelanjutan.

Saat IHSG pulih dari kondisi terpuruknya, meski di akhir pekan kembali terkoreksi, ada beberapa saham yang justru mengalami penguatan kencang. Setidaknya ada 10 saham yang kenaikannya di atas 40% sepanjang pekan ini.

Berikut ini daftarnya.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(chd/chd)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |