Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
19 February 2026 12:25
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) kembali menunjukkan konsistensi kinerja keuangan pada penutupan tahun buku 2025.
Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik pada saat ini, Bank Mandiri berhasil mempertahankan profitabilitas dengan mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun.
Capaian ini mencerminkan pertumbuhan yang stabil jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024, di mana laba bersih tercatat sebesar Rp 55,8 triliun.
Kinerja positif ini ditopang oleh pendapatan operasional yang solid serta efisiensi biaya yang terjaga. Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, Bank Mandiri mencatatkan Net Profit Margin (NPM) di level 34,2%, sebuah indikator efisiensi yang cukup tinggi di industri perbankan nasional.
Selain itu, rasio Return on Equity (ROE) perseroan berada di angka 17,19%, menegaskan kemampuan manajemen dalam mengelola modal pemegang saham untuk menghasilkan laba.
Bagi para pelaku pasar, fokus utama saat ini tertuju pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada Maret atau April 2026. Agenda utama yang dinanti adalah penetapan penggunaan laba bersih, khususnya besaran dividen tunai.
Mengingat posisi permodalan yang kuat dengan total ekuitas mencapai Rp 327,4 triliun dan kas internal yang melimpah, ekspektasi terhadap dividend payout ratio tetap tinggi.
Simulasi Perhitungan Dividen Final
Jika mengacu pada kebijakan historis tahun buku sebelumnya, Bank Mandiri menetapkan rasio pembayaran dividen (DPR) sebesar 78% dari total laba bersih. Dengan asumsi manajemen mempertahankan kebijakan yang sama untuk tahun buku 2025, maka total dividen per lembar saham diperkirakan mencapai Rp 475,21.
Namun, investor perlu memperhatikan bahwa Bank Mandiri telah membagikan dividen interim pada awal tahun ini. Oleh karena itu, dividen final yang akan diterima adalah selisih antara total dividen tahunan dengan dividen interim yang telah dibayarkan.
Berikut adalah rincian data keuangan dan proyeksi pembagian dividen BMRI:
Dengan estimasi dividen final sebesar Rp 375,21 per lembar dan harga saham di level Rp 5.125, tingkat imbal hasil (yield) yang ditawarkan berada di kisaran 7,32%. Angka ini masih tergolong kompetitif dibandingkan dengan instrumen pendapatan tetap lainnya, seperti deposito perbankan bertenor 12 bulan maupun imbal hasil obligasi pemerintah.
Rekam Jejak Pembagian Dividen
Bank Mandiri memiliki sejarah panjang dalam memberikan imbal hasil yang konsisten kepada pemegang sahamnya. Fluktuasi besaran dividen umumnya sejalan dengan siklus laba bersih perusahaan dan kebijakan permodalan yang berlaku pada tahun tersebut. Data historis menunjukkan bahwa perseroan rutin membagikan dividen dengan yield yang bervariasi setiap tahunnya.
Berikut adalah data historis pembayaran dividen Bank Mandiri dalam beberapa tahun terakhir sebagai referensi bagi investor:
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(gls/gls)


















































