Kunjungi Kampus Muhammadiyah Sumbar, Waka MPR Bicara Mitigasi Krisis Iklim

19 hours ago 1

Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menggelar MPR Goes to Campus perdana tahun 2026 di Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat.

Adapun Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat menjadi kampus ke-40 dalam rangkaian MPR Goes to Campus. Program yang diinisiasi Eddy ini telah berjalan sejak ia menjabat sebagai Pimpinan MPR pada November 2024.

Dalam kesempatan tersebut, Eddy menyampaikan urgensi mitigasi krisis iklim. Pasalnya, perubahan iklim sudah sampai pada tahap krisis dan terjadi dekat dengan kehidupan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak mau lagi menggunakan istilah perubahan iklim karena yang terjadi saat ini sudah pada tahap krisis iklim. Harus ada upaya untuk mencegah jangan sampai krisis ini semakin parah dan menjadi bencana iklim," ujar Eddy dalam keterangannya, Sabtu (10/1/2026).

Doktor Ilmu Politik UI ini menyampaikan sepanjang tahun 2025, terlihat krisis iklim berdampak pada kelompok ekonomi lemah dan miskin.

"Mulai dari banjir rob, hujan ekstrem yang terjadi terus menerus hingga bencana yang menimpa saudara-saudara kita di Aceh, Sumut dan Sumbar berdampak paling besar pada rakyat miskin," paparnya.

Oleh karena itu, Eddy mendorong pemerintah untuk menjadikan tahun 2026 sebagai tahun mitigasi krisis iklim. Menurutnya, tanpa agenda mitigasi yang jelas dan terarah, dampak krisis iklim dikhawatirkan semakin memburuk.

Sejalan dengan itu, Eddy juga menekankan urgensi percepatan pengesahan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim sebagai instrumen kunci untuk mengintegrasikan agenda mitigasi krisis iklim secara nasional.

"Selama ini, kebijakan iklim Indonesia masih tersebar dalam berbagai regulasi sektoral yang belum sepenuhnya terkoordinasi. Keberadaaan RUU tersebut diharapkan menjadi payung hukum yang menyatukan perencanaan, pelaksanaan, pendanaan, serta mekanisme evaluasi kebijakan perubahan iklim lintas sektor dan lintas tingkat pemerintahan," jelasnya.

"Keberadaan undang-undang khusus perubahan iklim akan memberikan kepastian arah kebijakan jangka panjang mitgasi iklim serta memperkuat akuntabilitas negara dalam memenuhi komitmen penurunan emisi," imbuhnya.

Waketum Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga mendorong agar pemerintah dan kampus bersinergi dalam mempersiapkan kebijakan mitigasi iklim. Dengan begitu, kebijakan tersebut dapat lebih terarah dan tepat sasaran.

"Sejak awal saya terus mendorong agar kampus dilibatkan dalam penyusunan kebijakan menghadapi dampak krisis iklim ini. Hasil riset dan data-data ilmiah dari universitas sangat diperlukan untuk menyusun kebijakan yang tepat dan berdampak," pungkasnya.

Sebagai informasi, kegiatan MPR Goes to Campus di Universitas Muhammadiyah Sumbar merupakan rangkaian kunjungan kerja Eddy di Sumatera Barat. Sehari sebelum kegiatan, Eddy juga menyalurkan bantuan bagi korban bencana banjir di Agam, Sumatera Barat.

(prf/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |