Kuda-kuda NATO Hadang Ambisi AS Kuasai Greenland

1 day ago 5

Jakarta -

Dalam tiga minggu terakhir, Amerika Serikat (AS) melakukan serangkaian tindakan yang menyita perhatian internasional, mulai menyerang Venezuela dan menangkap presidennya, Nicolas Maduro, hingga wacana mencaplok Greenland. Seperti ditulis detikNews, operasi militer berujung penangkapan Presiden Venezuela yang dilakukan AS pada Sabtu (3/1/2026) tersebut menewaskan setidaknya 100 orang serta melukai puluhan lain.

Hal ini diungkapkan oleh Menteri Dalam Negeri Venezuela, Diosdado Cabello. Pernyataan Cabello tersebut melengkapi pernyataan otoritas Venezuela yang sebelumnya sebelumnya hanya mengungkap jumlah tentara yang tewas dalam penyerbuan Ibu Kota Caracas oleh pasukan khusus AS.

Seperti ditulis detikJogja berdasarkan catatan The Guardians, penangkapan Maduro akhir pekan lalu tersebut didasari oleh dakwaan AS terhadap pengganti Hugo Caves itu sebagai pelaku terorisme narkoba, konspirasi impor kokain, kepemilikan dan konspirasi untuk memiliki senapan mesin dan alat perusak. Tindakan ini sontak mendapatkan protes keras dari Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodriguez. Tidak lama usai presidennya diangkut ke New York, ia memberikan kecaman terkait aksi Washington melalui siaran langsung televisi. Dalam siaran itu, Rodrigues menyebut tindakan AS yang dilakukan kepada Maduro sebagai bentuk 'penculikan'.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami menuntut pembebasan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores," ujar Rodriguez.

Kecaman juga muncul dari Rusia, China, serta sekutu regional Amerika Latin. Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan kekhawatiran akibat peristiwa ini. Dalam keterangannya, Guterres menyebut operasi militer oleh AS tersebut tidak menghormati aturan hukum internasional.

"Saya secara konsisten menekankan pentingnya penghormatan penuh oleh semua pihak, terhadap hukum internasional, termasuk Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa, yang menjadi landasan bagi pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional," tegas Guterres, dikutip dari detikNews, Selasa (6/1).

Soal gebrakan AS lain yang membangunkan kesiapsiagaan dunia internasional adalah ambisi Presiden AS Donald Trump yang ingin menguasai Greenland. Dirangkum dari detikNews, saat ini Trump sedang membahas berbagai opsi untuk merebut tanah milik Denmark itu, mulai membeli hingga melakukan agresi militer.

"Presiden dan timnya sedang membahas berbagai opsi untuk mengejar tujuan kebijakan luar negeri yang penting ini, dan tentu saja, penggunaan militer AS selalu menjadi pilihan yang tersedia bagi panglima tertinggi," kata Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dalam sebuah pernyataan, dilansir kantor berita AFP, Rabu (7/1/2026).

Soal niat AS untuk menguasai Greenland, sejumlah negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pun menyiapkan kuda-kuda. Mereka menyerukan agar kedaulatan Greenland dihormati.

Dalam pernyataan bersama, seperti dilansir Anadolu Agency, Rabu (7/1), enam negara anggota NATO, yaitu Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, dan Denmark menyerukan penghormatan terhadap "kedaulatan, integritas teritorial, dan keutuhan perbatasan" Greenland.

Melihat sejumlah aksi 'kowboi' Trump terhadap negara lain, sejumlah pihak kemudian melihat kembali peran AS di PBB yang terdaftar sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Hal ini menjadi sebuah ironi tatkala AS, yang seharusnya menjadi salah satu pilar perdamaian, justru mengacak-acak ketenangan militer.

Terbaru soal sikap AS untuk menarik diri dari puluhan organisasi internasional, sejumlah negara mulai memusatkan perhatian mereka terhadap Negeri Paman Sam. Apa kabar terbaru soal manuver Amerika di sektor keamanan internasional? Simak berita-berita terbarunya dalam detikSore!

Menuju ke dalam negeri, detikSore akan mengulas kabar terbaru soal tewasnya seorang mahasiswi di Tomohon, Sulawesi Utara pada Selasa (30/12/2025). Berdasarkan informasi terbaru, aparat setempat tengah mendalami kasus ini karena munculnya dugaan pelecehan seksual oleh oknum dosen Universitas Negeri Manado (Unima)

"Kami juga sedang analisis komunikasi lewat HP korban. Analisa ini berdasarkan komunikasi korban," kata Dirreskrimum Polda Sulut AKBP Suryadi kepada wartawan di Manado, Rabu (7/1/2026).

Bagaimana informasi terbarunya? Simak laporan Jurnalis detikcom langsung dari Manado, Sulawesi Utara.

Beralih ke Jawa Timur, detikSore akan mengulas lebih dalam munculnya kasus super flu atau virus influenza A (H3N2) Subclade K. Berdasarkan temuan Kemenkes, hingga saat ini sudah ada 62 kasus super flu di Indonesia di mana 18 di antaranya terjadi di Jawa Timur.

Kepala Dinkes Jatim dr Erwin Ashta Triyono menyampaikan bahwa kasus super flu di Jawa Timur ditemukan pada periode akhir 2025. Mayoritas penderita berasal dari kelompok usia muda.

Lalu apa tindakan yang disiapkan oleh Pemda Jawa Timur untuk meredakan kasus super flu tersebut? Simak laporan Jurnalis detikJatim selengkapnya.

Menuju matahari terbenam nanti detikSore akan kembali membahas informasi seputar investasi. Mengambil tajuk 'Dilema Literasi Keuangan di Era Digital', detikSore ingin membahas lebih dalam soal bagaimana seseorang dapat meningkatkan informasi dan pendidikan keuangan tanpa takut terjerumus dalam kejahatan digital.

Seperti diketahui, misinformasi hingga hoaks edukasi keuangan dapat terakses dari berbagai sumber yang tidak memiliki kompetensi, yang sayangnya tidak mudah diketahui oleh para awam. Lalu bagaimana seseorang menyaring informasi untuk meningkatkan literasi keuangan di era digital? Ikuti diskusinya dalam Sunsetalk.

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Jangan ketinggalan untuk mengikuti analisis pergerakan pasar saham jelang penutupan IHSG di awal acara. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |