Kualitas Udara Kalbar Masih Bahaya, Jarak Pandang di Bawah 1 Km

2 weeks ago 7

Jakarta -

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap kualitas udara di sejumlah wilayah Kalimantan masih berbahaya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BNPB menyebut di Kalimantan Barat, kualitas udara masih berada pada kategori berbahaya dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer.

"Di Kalimantan Barat kita menemukan ada 46 titik api dengan luas terbakar sebesar 528 hektar lebih dan tim kita berhasil memadamkan 354 hektar lebih dan kualitas udara masih berbahaya dengan jarak pandang di bawah 1 km," kata Plt Kapusdatin BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers dilihat YouTube BNPB, Kamis (3/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan upaya pemadaman dilakukan melalui satgas darat dan satgas udara. Dia mengatakan pihaknya telah berhasil memadamkan lebih dari 352 hektare lahan.

"Sampai saat ini, sebagaimana kami sampaikan bahwa lahan gambut menyebabkan sulitnya kebakaran ini dipadamkan. Ini karena dipengaruhi gambut di mana kalau sudah terbakar dengan kedalaman tertentu sampai 4, 5 m lebih di dalam tanah, ini menyebabkan sulitnya untuk dibasahi, dipadamkan apinya sampai sepadam-padamnya," paparnya.

"Kita membutuhkan air banyak dan ini juga yang menyebabkan banyaknya asap di mana ini menyebabkan visibility atau jarak pandang yang sedikit," sambungnya.

Berton mengatakan panjangnya periode tanpa hujan di Kalimantan Barat menjadi tantangan dalam penanganan karhutla. Dia menyebut minimnya pertumbuhan awan hujan membuat proses pemadaman semakin sulit.

"Proses belajar mengajar masih berlanjut secara daring," ujarnya.

Lebih lanjut, BNPB mencatat 72 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 739 hektare. Sebanyak lebih dari 459 hektare telah berhasil dipadamkan.

"Kualitas udara tidak sehat. Adapun jarak pandang hanya 2,8 km," katanya.

Meski begitu, dia mengatakan aktivitas belajar mengajar sekolah di Kalimantan Tengah masih berjalan seperti biasa. BNPB mengimbau masyarakat menggunakan masker dengan benar.

"Kegiatan belajar dan mengajar di sekolah masih berjalan seperti biasa dengan tentu dianjurkan untuk menggunakan masker secara benar. Aktivitas masyarakat juga berjalan seperti biasa dan kami tetap menganjurkan untuk menggunakan masker," paparnya.

Sementara itu, di Kalimantan Selatan terdapat 31 titik api dengan luas lahan terbakar sekitar 551 hektare. Dari jumlah tersebut, sekitar 103 hektare telah bisa dipadamkan.

"Kualitas udara kategori sedang maupun tidak sehat dengan jarak pandang di bawah 9 km," kata Berton.

Di Riau, kata dia, jumlah titik api telah menurun signifikan menjadi enam titik. Namun, luas lahan yang terbakar masih mencapai 159 hektare dengan luas lahan yang berhasil dipadamkan 39 hektar.

"Kualitas udara masih kategori sedang sampai tidak sehat dengan jarak pandang di atas 9 km," katanya.

Di Jambi, BNPB mencatat tujuh titik panas dengan luas lahan terbakar mencapai 18,5 hektare. Sebanyak 15,5 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan.

Dia mengatakan kualitas udara di Jambi berada pada kategori sedang hingga tidak sehat. Sedangkan jarak pandang sekitar tiga kilometer.

Sementara itu, BNPB mencatat 61 titik api dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar 400 hektare di Ibu Kota Nusantara (IKN). Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Kutai Kartanegara dan Kabupaten Penajam Paser Utara.

Lihat juga Video 'Penampakan dari Udara Kabut Asap Selimuti Kota Jambi':

(amw/dhn)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |