Kontribusi Pasar Saham RI terhadap PDB 72%, Kalah Vs India-Malaysia

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar memaparkan berbagai indikator kinerja pasar modal Indonesia sepanjang tahun 2025. Terdapat sejumlah catatan yang disampaikan Mahendra.

"Selaras dengan kinerja perekonomian nasional, berbagai indikator kinerja pasar modal Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang baik, sebagaimana yang telah disampaikan oleh Direktur Utama BEI pada penutupan tanggal 30 Desember yang lalu antara lain penutupan IHSG berada di level 8.646,94 atau menguat 22,13% sepanjang tahun 2025," ujar Mahendra dalam Pembukaan Perdagangan Bursa Efek Indonesia Tahun 2026 di Main Hall BEI, Kota Jakarta Selatan, Jumat (2/1/2026).

Namun demikian, menurut dia, masih banyak ruang perbaikan yang harus dilakukan. Indeks LQ45 yang berisi saham perusahaan-perusahaan terbesar dan menjadi rujukan investasi fund manager global maupun domestik hanya tumbuh 2,41%, jauh di bawah kenaikan IHSG. Selain itu, lanjut Mahendra, kontribusi pasar saham terhadap PDB memang naik sangat signifikan dari 56% per akhir tahun 2024 menjadi 72% per akhir tahun 2025.

"Sungguh kenaikan yang luar biasa. Sekalipun demikian angka itu masih di bawah negara-negara di kawasan kita seperti India 141%, Thailand 101%%, Malaysia 97% dari PDB mereka masing-masing. Yang artinya potensi pengembangan masih lebih besar lagi," kata Mahendra.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan, porsi investor retail pun meningkat dari 38% per akhir tahun 2024 menjadi 50% per akhir tahun 2025.

"Dan proporsi itu sangat besar dibanding negara-negara lainnya yang lebih mengandalkan investor institusional dalam maupun luar negeri. Artinya semakin meningkatkan urgensi penguatan aspek perlindungan, termasuk melindungi investor retail dari praktik kemungkinan goreng menggoreng saham, transaksi tidak wajar serta bentuk kemungkinan manipulasi lainnya," ujar Mahendra.

(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |