Aceh Tamiang -
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menunjukkan komitmen dalam pemulihan pascabencana dengan membantu pembersihan fasilitas pendidikan terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Melalui pengerahan personel Korps Brimob, Polri melaksanakan bakti sosial di SD Negeri (SDN) 1 Karang Baru, Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru.
Pembersihan untuk memastikan lingkungan sekolah kembali bersih dan layak digunakan setelah terdampak banjir. Personel Brimob membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas pendukung lainnya agar proses belajar mengajar dapat segera berjalan normal.
Kepala SD Negeri 1 Karang Baru, Neti Suriyah, menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Polri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alat berat ekskavator dan truk turut dipakai untuk membersihkan fasilitas pendidikan terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. (dok Istimewa)
"Kami mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Kapolri yang sudah mengirimkan pasukan Brimob ke sekolah kami untuk membantu membersihkan lingkungan sekolah kami," ujar Neti, Sabtu (3/1/2026).
Neti menambahkan bahwa langkah cepat tersebut sangat membantu pihak sekolah dalam menyiapkan sarana pendidikan menjelang hari pertama masuk sekolah.
"Sehingga nanti pada tanggal 5 Januari 2026, kami bisa melaksanakan pembelajaran di sekolah kami seperti biasanya," kata Neti.
Kondisi ruang kelas SDN 1 Karang Baru di Kabupaten Aceh Tamiang usai lumpur banjir dibersihkan anggota Brimob Polri. (dok. Istimewa)
Dengan selesainya kegiatan pembersihan, SD Negeri 1 Karang Baru dipastikan siap digunakan untuk kegiatan belajar mengajar pada hari pertama masuk sekolah. Bantuan ini juga memberikan kepastian dan rasa aman bagi guru, siswa, serta orang tua murid.
Aksi kemanusiaan tersebut merupakan bagian dari komitmen Polri dalam membantu pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana, khususnya di sektor pendidikan.
Aksi ini sejalan dengan arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang memerintahkan Polri terus hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan dan sosial di wilayah terdampak bencana.
(jbr/hri)


















































