Jakarta -
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menanggapi perihal video minimarket di Sibolga, Sumatera Utara, disebut menjadi sasaran penjarahan hingga viral di media sosial. Suharyanto memberikan penjelasan.
"Kemarin sore sempat viral di Kota Sibolga, adanya upaya mengambil logistik. Jadi kami sudah cek ke personel kami yang bisa masuk ke sana, itu mereka mengambil bahan makanan. Jadi tidak bersifat menjarah atau merusak, memecahkan kaca, dan lain sebagainya tidak, dia menjarah bahan makanan," kata Suharyanto, Minggu (30/11/2025) dalam jumpa pers dilihat di kanal siaran YouTube Kompas TV.
"Ya mungkin mereka khawatir, takut, karena tertutup dan bahan makanan terbatas sehingga itu yang dilakukan dan itu yang sebagian viral di medsos," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suharyanto mengatakan pihaknya juga sudah memberikan penjelasan mengenai video viral itu di akun media sosial resmi BNPB. Suharyanto mengatakan pihaknya akan terus memaksimalkan penanganan bencana banjir.
"Kami juga sudah memberikan penjelasan secara langsung Mungkin bapak ibu kalau buka TikTok ada itu saya yang berbicara masalah penjarahan di supermarket, sebagian kalau di situ yang suka 10 ribu yang 5.000 menghujat, jadi menghujat kami dan penanganan," kata Suharyanto.
"Tapi kami masih optimis karena yang mendukung masih banyak daripada memberikan koreksi yg negatif, tapi itu tentu saja jadi perhatian kami," imbuhnya.
Update Korban Tewas di 3 Provinsi
Dalam kesempatan itu, Suharyanto juga menyampaikan update terkait korban meninggal dunia akibat bencana alam banjir hingga tanah longsor yang menerjang Aceh Sumatera Utara, Sumatera Barat. Total korban tewas akibat banjir di tiga provinsi itu kini jumlahnya mencapai 316 orang.
Berikut ini data korban meninggal dunia dan korban hilang di 3 provinsi:
Aceh: 54 orang tewas, 55 orang hilang
Sumatera Barat: 90 orang meninggal dunia, 87 orang hilang
Sumatera Utara: 172 orang hilang, 147 orang hilang
(whn/knv)


















































