Kepala BGN: 475 SPPG di Jakarta Sudah Beroperasi dari Target 804 Unit

3 hours ago 2

Jakarta -

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkapkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta terus menunjukkan percepatan. Dari target 804 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang harus dibangun, sebanyak 475 SPPG kini sudah beroperasi dan ditargetkan seluruhnya tuntas pada Mei mendatang.

"Dari awalnya target 804 SPPG yang harus dibangun, sekarang sudah operasional ada 475 SPPG, sekitar 60% dari target. Yang dalam proses persiapan itu berjumlah 566, dan saya yakin dalam waktu yang tidak terlalu lama ini akan cepat selesai," kata Dadan di Balai Kota Jakarta, Senin (9/2/2026).

Dadan mengatakan percepatan di Jakarta terjadi dalam dua bulan terakhir setelah sebelumnya sempat tertinggal dibanding daerah lain. Salah satu kendala awal adalah tingginya biaya properti seperti sewa lahan dan gedung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pada awalnya banyak pihak yang ingin berkontribusi agak ragu-ragu masuk di Jakarta karena ada kemahalan di properti. Tapi dengan semakin maraknya pemberitaan dan pemahaman soal program makan bergizi, kendala itu hilang. Dalam dua bulan terakhir, terjadi lonjakan yang luar biasa," ujarnya.

BGN menargetkan seluruh penerima manfaat program MBG di Jakarta bisa terlayani penuh pada Mei mendatang. Menurut Dadan, infrastruktur dan akses logistik di Jakarta mendukung percepatan tersebut.

Dalam nota kesepahaman yang diteken, BGN dan Pemprov DKI juga memperkuat kolaborasi dengan BUMD untuk menjamin rantai pasok pangan program MBG, termasuk dari sisi pembiayaan dan distribusi bahan pangan.

Dadan menyebutkan isu rantai pasok menjadi krusial seiring bertambahnya jumlah SPPG yang beroperasi.

"Salah satu poin kesepahaman adalah bagaimana BUMD Jakarta, termasuk dari sisi pembiayaan, dapat terus menjamin pemenuhan rantai pasok untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis dan juga secara umum untuk masyarakat Jakarta," jelasnya.

Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan kerja sama dengan BUMD tidak akan memicu kelangkaan atau lonjakan harga pangan di pasaran, termasuk menjelang Idul Fitri.

"Kami meyakini tidak akan membuat kelangkaan di lapangan karena BUMD di Jakarta sudah punya pengalaman panjang. Jumlah konsumsi juga tidak mengalami kenaikan yang banyak. Jadi tidak akan menimbulkan kekhawatiran mengenai kelangkaan, harga naik, inflasi tidak terkontrol," kata Pramono.

Tonton juga video "Dear BGN, Mau Sampai Kapan Siswa di Indonesia Keracunan MBG?"

(bel/zap)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |