Kentang Ternyata Keturunan Tomat Kawin Silang dengan Tanaman Ini

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Penelitian terbaru mengungkap fakta bahwa kentang ternyata berasal dari nenek moyangnya, tomat. Studi genomik berskala besar menemukan kentang terbentuk dari persilangan tomat liar dengan tanaman lain sekitar 9 juta tahun lalu.

Riset menunjukkan tomat liar di Pegunungan Andes bersilangan dengan tanaman bernama Etuberosum melalui proses hibridisasi. Dari percampuran materi genetik itu muncul garis keturunan baru yang kemudian berkembang menjadi kentang modern.

"Tomat adalah ibu dan Etuberosum adalah ayah," kata Sanwen Huang, profesor di Agricultural Genomics Institute di Shenzhen, China, yang memimpin tim penelitian, dikutip dari The Guardian, Senin (27/4/2026).

Meski secara visual tanaman kentang lebih mirip Etuberosum, perbedaan utama muncul pada bagian bawah tanah. Etuberosum hanya memiliki batang bawah tanah tipis dan tidak menghasilkan umbi. Sebaliknya, kentang memiliki umbi bertepung yang menjadi sumber pangan utama dunia.

Untuk mengungkap asal-usul umbi tersebut, tim ilmuwan menganalisis 450 genom kentang budi daya dan 56 spesies liar. Hasilnya, ditemukan dua gen kunci pembentuk umbi yakni SP6A dari tomat dan IT1 dari Etuberosum.

Kedua gen tersebut tidak bekerja sendiri. Namun ketika digabungkan dalam satu tanaman, interaksi keduanya memicu perubahan batang bawah tanah menjadi umbi bertepung yang dapat dimakan.

Temuan ini dinilai sebagai terobosan besar dalam biologi evolusi. Hibridisasi antarspesies dinilai mampu memunculkan organ baru sekaligus menciptakan garis keturunan tanaman baru.

Kentang kemudian mewarisi kombinasi gen stabil dari kedua induknya. Umbi yang menyimpan energi membuat tanaman mampu bertahan dalam musim dingin maupun kekeringan serta berkembang biak tanpa biji.

Kemampuan tersebut membuat kentang berkembang pesat di dataran tinggi Andes. Tanaman ini kemudian menyebar dan menghasilkan ratusan varietas sebelum akhirnya didomestikasi manusia.

Pada abad ke-16, kentang dibawa pelaut Spanyol ke Eropa. Meski awalnya dicurigai karena tumbuh di bawah tanah, kentang akhirnya diterima luas karena kandungan nutrisi tinggi dan daya tahan terhadap kondisi buruk. Sejak itu, kentang menjadi makanan pokok di berbagai belahan dunia.

Peneliti kini mencoba menciptakan varietas baru secara buatan. Salah satu proyek yang tengah dikembangkan adalah memasukkan gen pembentuk umbi dari kentang ke dalam tomat.

"Kami sedang mengerjakan proyek agar kentang bisa berkembang biak melalui biji," kata Huang. "Kami juga memasukkan gen IT1 dan gen penting lain dari kentang ke tomat, agar tomat dapat menumbuhkan umbi," imbuhnya.

Untuk saat ini, semuanya masih tahap eksperimen. Tapi jika berhasil, tomat tidak hanya menjadi asal-usul kentang, tetapi juga berpotensi menjadi bagian masa depan pengembangan tanaman pangan tersebut.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |