Keluarga di Pandeglang Tinggal di Rumah Rusak, Ngungsi Tiap Angin Kencang

6 hours ago 2
Pandeglang -

Keluarga Kholid dan Yeni Farida tinggal di rumah yang sudah rusak. Mereka mengaku harus mengungsi setiap angin kencang karena takut rumah itu ambruk.

"Tinggal di sini sejak anak saya umur 3 tahun, sekarang sudah sekitar 5 tahun. Rumah rusak sudah setahun," kata Yeni di rumahnya, di Kampung Caringin Lor, Desa Caringin, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, Senin (3/8/2026).

Keduanya mengaku bekerja serabutan tanpa penghasilan yang pasti. Yeni mengatakan anaknya juga harus menjalani pengobatan secara rutin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gimana mau memperbaiki, suami kerjanya juga begitu, buat berobat si Dede saja sudah berat," ujarnya.

Dia mengatakan rumah itu bocor setiap hujan. Ketika ada cuaca ekstrem, mereka dan tiga anaknya harus mengungsi kerumah tetangga agar tidak tertimpa puing bangunan.

"Kalau hujan bocor semua, tidur tidak bisa. Kalau ada angin besar saya lari ke rumah tetangga sama anak-anak karena takut rumahnya roboh," ucap Yeni.

Dia berharap ada bantuan untuk pengobatan anaknya. Dia mengatakan anaknya harus menjalani pengobatan rutin tiap bulan.

"Saya cuma berharap ada yang peduli. Rumah saya sudah mau roboh, anak saya juga masih harus transfusi darah setiap bulan. Mudah-mudahan ada bantuan," katanya.

Kepala Seksi Kesejahteraan Desa Caringin, Fathur Rahman, mengatakan keluarga Yeni belum tercatat sebagai penerima PKH maupun BPNT. Dia mengatakan pemerintah desa akan mengusulkan keduanya untuk mendapat bansos.

"Untuk BPJS kesehatan sudah ada. Tetapi untuk PKH maupun BPNT memang belum mendapatkan karena keluarga tersebut berada di desil 5," ujarnya.

Fathur mengatakan perbaikan rumah juga terkendala status lahan. Dia menyebut pemerintah desa tetap berupaya agar keluarga itu mendapat bantuan.

"Kami tetap akan mengajukan. Tetapi sekarang sistem penerima bantuan sosial sudah otomatis berdasarkan data dan kuota yang ditetapkan pemerintah. Desa tidak bisa menentukan langsung siapa yang menerima bantuan," katanya.

(haf/haf)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |