Jakarta -
Polisi mengungkap aksi culas ZK, karyawan Vilmei, menilap saldo di akun TikTok senilai miliaran rupiah. Saldo yang dikumpulkan selama 7 tahun Vilmei menjadi kreator konten itu dikuras habis hingga tersisa 1 juta rupiah.
"Berdasarkan keterangan pelapor, Vilmei telah menjadi kreator konten di platform TikTok selama sekitar tujuh tahun," ujar Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Verdika Bagus Prasetya, dalam keterangannya kepada detikcom, Kamis (3/9/2026).
Namun, menurut Verdika, selama tujuh tahun menjalani karier sebagai kreator konten TikTok, Vilmei tidak pernah memeriksa saldo balance di akunnya itu. Justru ZK-lah yang dipercaya sebagai pemegang akses terhadap akun TikTok Vilmei sehari-hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selama itu, pelapor tidak pernah memeriksa saldo maupun melakukan penarikan dana dari akun TikTok miliknya," ucapnya.
Kasus ini kemudian terbongkar saat Vilmei hendak menarik dana dari saldo TikTok pada 23 Mei 2026. Namun saat dicek, saldonya telah dikuras habis.
"Peristiwa tersebut baru diketahui pada 23 Mei 2026, ketika pelapor bermaksud menarik dana. Saat diperiksa, saldo pada akun TikTok tersebut diketahui hanya tersisa sekitar Rp 1 juta," ungkapnya.
Karyawan Tilap Dana Selama Setahun
Diketahui, total duit yang digelapkan oleh wanita berinisial ZK itu mencapai Rp 1,28 miliar. Aksi tersebut dilakukan oleh ZK selama satu tahun.
"Perbuatan tersebut dilakukan secara bertahap sejak 8 Agustus 2025 hingga 11 Agustus 2026 atau selama kurang lebih satu tahun," kata Verdika.
Selama satu tahun, ZK diam-diam mencairkan saldo TikTok Vilmei. Saldo berbentuk dolar AS itu merupakan hasil nge-live, endorsement, hingga kerja Vilmei selaku afiliator.
"Akses tersebut diduga disalahgunakan untuk memindahkan saldo dalam bentuk aset dolar AS yang berasal dari sejumlah aktivitas akun, antara lain program afiliasi, penjualan produk sponsor, serta hadiah digital atau gift dari siaran langsung," jelasnya.
Saldo tersebut kemudian digunakan untuk membeli koin TikTok dan mengirimkan gift ke akun yang dikuasai ZK maupun akun yang berkaitan dengan tersangka MASR dan L. Hasilnya selanjutnya dicairkan melalui dompet digital maupun rekening bank.
ASR adalah pacar ZK, sedangkan L adalah teman ZK. Keduanya disebut turut menikmati uang hasil kejahatan tersebut untuk keperluan pribadi masing-masing.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan, uang hasil kejahatan digunakan untuk kepentingan pribadi para tersangka. Uang tersebut tidak digunakan untuk bepergian ke luar negeri maupun membeli barang mewah," ungkapnya.
Simak juga Video 'Lunasi Kerugian Rp 3,5 M, Laporan Dugaan Penipuan Ruben Onsu Dicabut':
(mei/dhn)

















































