Kantor Pos Negara Setop Layanan Pengiriman Surat, Fokus ke Paket

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Denmark resmi menjadi negara pertama di dunia yang menghentikan layanan pos nasionalnya setelah lebih dari empat abad beroperasi. Keputusan ini diambil menyusul penurunan drastis jumlah surat yang dikirim masyarakat hingga 90% dalam 25 tahun terakhir yang membuat operasional layanan tersebut tidak lagi relevan secara ekonomi.

Melansir The Sun, pengiriman surat terakhir dilakukan oleh petugas pos senior Brian Rasmussen, menandai berakhirnya layanan pos negara yang telah berjalan selama 401 tahun. Operator pos milik negara, PostNord, kini sepenuhnya menghentikan layanan surat dan beralih fokus ke bisnis pengiriman paket.

Pada tahun 2000, PostNord masih mengirim hampir 1,5 miliar surat. Tahun lalu, jumlah itu anjlok menjadi hanya 110 juta surat.

Biaya pengiriman yang tinggi turut mempercepat kemunduran layanan ini. Untuk mengirim satu surat standar, warga Denmark harus membayar sekitar £2,15 atau sekitar Rp49 ribu per perangko. Perubahan pola komunikasi masyarakat menjadi faktor utama.

"Mayoritas komunikasi kini bersifat elektronik," ujar juru bicara PostNord. "Bahkan banyak orang tidak lagi ingat kapan terakhir kali mereka mengirim surat," imbuhnya.

1.500 Kotak Pos Dijual, 1.500 Pekerja Terdampak
Sebagai bagian dari penutupan layanan, 1.500 kotak pos di seluruh Denmark telah dilepas dan dijual. Sebagian terjual dengan harga lebih dari £200 atau Rp4,5 juta dan langsung diburu warga yang ingin memiliki bagian dari sejarah. Beberapa unit diselamatkan dan akan ditempatkan di museum.

Dampak sosialnya juga signifikan. Sekitar 1.500 karyawan, hampir sepertiga dari tenaga kerja PostNord, kehilangan pekerjaan akibat penutupan ini.

PostNord kini hanya akan mengoperasikan layanan pengiriman paket, yang justru terus tumbuh seiring pesatnya perdagangan elektronik. Masyarakat Denmark yang masih ingin mengirim surat kini harus menyerahkannya ke kios-kios toko untuk dikirim melalui perusahaan kurir swasta, baik domestik maupun internasional.

Keputusan ini memicu gelombang nostalgia di media sosial. Seorang pengguna di X membagikan foto kotak pos dan menulis, "Dalam lima tahun, saya akan menjelaskan kepada anak lima tahun apa itu kotak surat di masa lalu."

(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |