Israel Diam-Diam Hancurkan Amerika dari Dalam, Terungkap Modusnya

10 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan asal Israel, BlackCore, dicurigai diam-diam mengganggu proses pemilihan umum tingkat daerah di beberapa negara. Antara lain di New York City, Skotlandia, dan Prancis. Hal ini diungkap layanan pendeteksi disinformasi asal Prancis, Viginium.

Bulan lalu, Reuters mengungkap bahwa otoritas Prancis mencurigai BlackCore sebagai dalang penyebaran kampanye fitnah secara online yang menargetkan tiga kandidat wali kota dari sayap kiri yang pro-Palestina di tingkat pemilu lokal.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (11/6) waktu setempat, Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu dan Kepala Viginum Marc-Antoine Brillant, mengatakan upaya penelusuran teknis mengarahkan kesimpulan mereka kepada BlackCore.

Viginum juga memaparkan laporan detail terkait dugaan aksi kampanye ilegal BlackCore di berbagai belahan dunia.

"Modus operandi ini tidak terbatas pada pemilihan kota di Prancis," katanya, dikutip dari Reuters, Jumat (12/6/2026).

"Tampaknya modus operandi ini juga telah digunakan untuk melakukan operasi campur tangan digital asing di negara atau wilayah lain, seperti Angola, Togo, pemilihan di Skotlandia, dan pemilihan kota tahun 2025 di New York," ia menambahkan.

Namun, Brillant mengatakan belum jelas siapa yang membayar BlackCore untuk ikut campur dalam pemilihan kepala daerah di Prancis.

"Penyelidikan kami tidak memungkinkan untuk mengidentifikasi sponsor yang mendukung kampanye ini," kata Brillant.

Lecornu mengatakan pemerintah Prancis telah meminta penjelasan dari Israel terkait tindakan BlackCore. Pemerintah juga meminta Israel membantu proses pencarian oknum di balik kampanye ilegal yang dilancarkan BlackCore.

Kedutaan Besar Israel di Paris mengonfirmasi bahwa Prancis telah menghubungi mereka, dan mengatakan bahwa mereka sedang menunggu untuk menerima perincian dari penyelidikan Prancis untuk melakukan penyelidikan sendiri.

"Israel tentu saja tidak memiliki niat untuk ikut campur dalam proses politik Prancis, baik di tingkat nasional maupun kota," kata kedutaan dalam sebuah pernyataan.

New York dan Skotlandia Juga Jadi Korban

Brillant tidak secara eksplisit menyebutkan siapa yang menjadi target dalam pemilihan Kota New York tahun lalu, yang dimenangkan oleh Zohran Mamdani. Kemenangannya menggembirakan banyak kaum progresif Yahudi muda, tetapi membuat takut warga New York pro-Israel yang lebih tradisional dengan dukungannya yang blak-blakan untuk perjuangan Palestina.

Tim Mamdani tidak segera menanggapi permintaan komentar. Begitu pula pejabat Kota New York dan negara bagian New York.

Departemen Kepolisian New York dan badan pertahanan siber AS CISA tidak segera membalas email yang meminta komentar. FBI menolak berkomentar.

Dalam laporan selanjutnya, Viginum mengatakan telah mendeteksi akun yang terkait dengan BlackCore yang menargetkan John Swinney, Menteri Pertama Skotlandia. Swinney telah menggambarkan situasi di Gaza sebagai "bencana kemanusiaan buatan manusia".

Ia mengatakan genosida mungkin sedang terjadi, dengan mengutip korban sipil, kehancuran yang meluas, dan pernyataan oleh pejabat Israel.

Baik Swinney maupun partainya, Partai Nasional Skotlandia, tidak menanggapi permintaan komentar. Email yang meminta komentar dari pejabat pemilihan Skotlandia tidak segera dibalas.

Pemerintah Angola dan Togo juga tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Sebelum menghapus keberadaan online-nya setelah pertanyaan dari Reuters, BlackCore menggambarkan dirinya sebagai "perusahaan teknologi, siber, dan pengaruh elit yang dibangun untuk era modern perang informasi."

Mereka belum menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

(fab/fab)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |