Dubes Jerman Optimistis Perjanjian Dagang RI-Eropa Bakal Mulus

5 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar Jerman untuk Indonesia Ralf Beste optimistis Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement atau IEU-CEPA dapat segera memasuki tahap ratifikasi dan mulai berlaku pada 2027.

Menurut Beste, dukungan terhadap perjanjian dagang yang telah dinegosiasikan selama bertahun-tahun itu cukup kuat, baik di Eropa maupun Indonesia. Karena itu, ia tidak melihat adanya hambatan besar yang dapat mengganggu proses ratifikasi.

"Saya cukup optimistis bahwa proses ratifikasi bisa berjalan tahun ini. Tentu itu bergantung pada parlemen di kedua pihak, yaitu Parlemen Eropa dan Parlemen Indonesia," kata Beste dalam konferensi pers di Kedutaan Besar Jerman, Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Ia menambahkan, berbeda dengan sejumlah perjanjian perdagangan lain yang sempat memicu perdebatan di Eropa, IEU-CEPA justru mendapat dukungan luas dari berbagai kelompok politik di Uni Eropa.

"Ada mayoritas yang luas di Eropa yang mendukung perjanjian perdagangan bilateral dengan Indonesia. Ini bukan perjanjian yang kontroversial. Saya juga melihat banyak dukungan dari pihak Indonesia, sehingga tidak ada yang membuat saya khawatir," ujarnya.

Beste mengatakan, apabila proses ratifikasi berjalan sesuai rencana, IEU-CEPA dapat mulai berlaku pada 2027. Kehadiran perjanjian tersebut diyakini akan menjadi penggerak baru bagi peningkatan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan negara-negara Uni Eropa, termasuk Jerman.

Salah satu manfaat utama yang akan dirasakan pelaku usaha adalah penghapusan sebagian besar tarif perdagangan. Menurutnya, sekitar 98% pos tarif akan diturunkan menjadi nol persen secara bertahap dalam jangka waktu 10 tahun setelah perjanjian berlaku, dengan beberapa pengecualian untuk melindungi kepentingan tertentu kedua pihak.

Lebih jauh, Beste menilai dampak terbesar IEU-CEPA justru bisa datang dari peningkatan arus investasi. Kepastian regulasi dan kerangka kerja yang lebih jelas akan mendorong perusahaan-perusahaan Eropa memperluas bisnisnya di Indonesia, sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi investor Indonesia untuk masuk ke pasar Eropa.

"Apa yang kami lakukan sekarang adalah menginformasikan komunitas bisnis mengenai peluang yang akan terbuka. Ini bukan hanya soal perdagangan, tetapi juga investasi," katanya.

Ia menambahkan, perjanjian tersebut juga akan mempermudah aktivitas bisnis lintas negara, termasuk akses terhadap layanan keuangan dan pembiayaan yang dibutuhkan investor.

"Kami ingin menarik lebih banyak investor Indonesia ke Jerman dan juga mendorong lebih banyak perusahaan Jerman datang ke Indonesia. Perjanjian ini memberikan kepercayaan diri yang lebih besar bagi para pelaku usaha untuk berinvestasi dan berdagang," ujarnya.

Saat ini, lanjut Beste, sudah terdapat ratusan perusahaan Jerman yang beroperasi di Indonesia. Sejumlah perusahaan bahkan menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk melayani pasar Asia Tenggara.

Dengan berlakunya IEU-CEPA, Jerman berharap Indonesia semakin menarik sebagai tujuan investasi regional sekaligus memperkuat posisi kedua kawasan sebagai mitra ekonomi strategis.

"Kami berharap IEU-CEPA menjadi langkah lanjutan untuk membangun lebih banyak kepercayaan dan kepastian bahwa Indonesia adalah tempat yang baik untuk berbisnis," kata Beste.

(haa/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |