HP Sudah Ditinggalkan, Orang Mulai Beralih ke Penggantinya di 2026

3 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Era ponsel pintar konvensional nampaknya mulai memasuki masa senja di tahun 2026. Dominasi perangkat layar datar yang selama belasan tahun menemani aktivitas manusia kini terancam oleh kehadiran teknologi baru yang menawarkan fleksibilitas lebih tinggi.

Tren ini dipicu oleh kejenuhan konsumen terhadap desain ponsel yang itu-itu saja, ditambah dengan lonjakan harga perangkat akibat kelangkaan komponen global. Ketimbang membeli ponsel standar yang mahal namun minim inovasi, masyarakat kini lebih memilih mengalokasikan anggaran mereka untuk perangkat "generasi baru" yang menawarkan fungsi produktivitas dan gaya hidup yang jauh lebih radikal.

Data terbaru menunjukkan, ketergantungan publik pada ponsel model lama terus merosot tajam. Para analis melihat adanya pergeseran psikologis di mana konsumen tidak lagi melihat ponsel biasa sebagai perangkat utama yang layak diperbarui setiap tahun, melainkan mulai melirik form factor lipat (foldable) sebagai standar baru komunikasi masa depan.

IDC menilai ponsel konvensional dengan layar non-lipat akan mengalami tekanan paling besar. Dalam laporan terbarunya, pengapalan HP non-foldable diperkirakan turun 1,4% pada 2026 yang mencerminkan melemahnya minat pasar terhadap perangkat yang minim inovasi.

HP Lipat Gantikan HP Konvensional

Di saat bersamaan, HP lipat yang lebih inovatif justru diprediksi akan tumbuh signifikan mencapai 29,7% di 2026, dikutip dari laman resmi IDC, Minggu (15/2/2026).

Pertumbuhan ini didorong kemunculan iPhone lipat pertama yang sudah dinanti-nanti, serta kehadiran Samsung Galaxy Z TriFold yang menandai inovasi lebih lanjut berupa HP lipat tiga.

"Tahun 2026 akan bergairah untuk kategori HP lipat dengan pertumbuhan tahunan diproyeksikan hampir 30%, dibandingnya patokan 6% pada proyeksi sebelumnya," kata Nabila Popal, direktur riset senior IDC.

Ia bilang, Samsung akan memulai 2026 dengan Galaxy Z TriFold yang, memperkenalkan HP lipat tiga ke pasar mainstream secara global, dan memabngun momentum dari kesuksesan Galaxy Z Fold7 di 2025. Menurut ia, HP lipat Huawei dengan sistem operasi HarmonyOS Next juga akan memperlihatkan pertumbuhan yang kuat, dengan pengapalan diprediksi hampir dobel di 2026.

"Namun, game-changer untuk kategori HP lipat akan muncul di akhir 2026 ketika Apple masuk ke sektor ini," kata ia menambahkan.

VP untuk perangkat klien IDC, Francisco Jeronimo bilang, HP lipat pertama dari Apple pun bakal menandai babak baru pada segmen HP lipat. Menurutnya, langkah Apple akan mendorong minat pada kategori HP lipat dan Apple cenderung berperan sebagai katalis untuk adopsi kategori produk baru bagi pasar mainstream.

"Meskipun HP lipat akan tetap menjadi segmen khusus dari perspektif volume, HP lipat akan menjadi pendorong nilai yang relevan bagi sebagian besar vendor yang menawarkannya, karena harga jual rata-ratanya akan 3 kali lebih tinggi daripada HP standar," ungkapnya.

Sikap konsumen di 2026 yang cenderung menggunakan HP mereka lebih lama, mendorong siklus penggantian menjadi kian sulit bagi para produsen HP. Dengan begitu, HP lipat menjadi sangat penting bagi industri yang telah mencapai titik jenuh dan membutuhkan inovasi yang berarti untuk memotivasi peningkatan dan mendorong nilai.

Kategori HP lipat diperkirakan tumbuh dengan CAGR sebesar 17% hingga tahun 2029, dibandingkan dengan kurang dari 1% untuk segmen HP konvensional. IDC juga melaporkan, di 2026, sistem operasi yang akan mendominasi pasar HP lipat adalah Android, yakni sebesar 61%.

Selanjutnya Apple akan mengambil porsi 22%, dan HarmonyOS Next sebesar 17%. Dan proyeksi ini masih bisa berubah sewaktu-waktu, seiring dinamika kondisi pasar.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |