Harga Samsung Galaxy S26 Bocor, Segera Rilis Awal 2026

2 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Industri perangkat elektronik konsumen, termasuk HP, menghadapi tekanan akibat kelangkaan chip memori yang memicu kenaikan harga jual. Para analis memprediksi produsen HP akan menaikkan harga jual, dan bisa berdampak pada permintaan yang berkurang.

Namun, ada kabar baik datang dari Samsung. Sebelumnya, beredar laporan bahwa Samsung sedang mengalami dilema internal karena tak ingin menaikkan harga jual untuk seri flagship Galaxy S26 yang digadang-gadang akan meluncur pada awal 2026.

Tekanan makin kuat karena seri iPhone 17 yang notabene merupakan pesaing seri Galaxy S, dijual dengan harga relatif sama dengan pendahulunya. Terbaru, laporan dari Korea mengklaim Samsung juga akan mempertahankan harga jual untuk seri Galaxy S26.

Artinya, Galaxy S26 paling standar (12/256GB) akan dijual sama seperti Galaxy S25 reguler saat pertama kali dirilis, yakni mulai US$799. Selanjutnya, Galaxy S26+ dan Galaxy S25 Ultra masing-masing akan dibanderol mulai US$999 dan US$1.299.

Tampaknya, perusahaan akan mengalami penurunan margin keuntungan sebesar 10-15% dengan langkah ini, tetapi margin yang tinggi di DRAM dan NAND akan membantu mengimbangi dampak tersebut.

Kendati demikian, perlu dicatat harga jual yang tetap kabarnya hanya akan berlaku di pasar Amerika Serikat (AS). Di Korea Selatan, Samsung digadang-gadang akan menaikkan harga karena penurunan nilai mata uang won. Hal serupa juga akan terjadi di kawasan Eropa dan pasar Asia, termasuk Indonesia.

Jika benar Samsung akan menahan harga Galaxy S26 sama dengan generasi sebelumnya, maka ini akan menandai empat tahun berturut-turut raksasa teknologi Korea Selatan (Korsel) tersebut menghindari peningkatan harga untuk HP flagship.

Kabarnya, penahanan harga (price freeze) juga akan berlaku pada seri HP lipat Galaxy Z Fold8 dan Flip8 yang dirilis tahun ini.

Sayangnya, dikabarkan seri menengah (mid-range) Samsung Galaxy A terbaru yang rilis tahun ini akan mengalami kenaikan harga. Pasalnya, margin yang lebih tipis untuk HP mid-range membuat Samsung tak memiliki ruang lagi dalam menanggulangi tekanan tingginya biaya produksi.

Selain itu, kenaikan harga agaknya tak akan dibarengi dengan penginkatan hardware yang berarti. Artinya, konsumen akan membayar lebih mahal untuk kualitas yang tak meningkat. Hal ini tak cuma berlaku untuk HP Samsung keluaran baru, tetapi juga HP lain keluaran 2026.

(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |