Harga Komponen Naik 20% Mulai 8 Juni, Ini Penjelasan Ducati Indonesia

10 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Ducati Indonesia resmi melakukan penyesuaian harga suku cadang, aksesori, dan apparel yang masuk ke Indonesia mulai 8 Juni 2026. Kenaikan harga mencapai sekitar 20% dan akan berlaku untuk barang-barang baru yang didatangkan setelah tanggal tersebut.

Kenaikan harga ini pun telah diumumkan Ducati lewat unggahan di akun Instagram resminya, @/ducati_id.

Kebijakan ini diambil setelah perusahaan menahan berbagai tekanan biaya selama berbulan-bulan di tengah kenaikan ongkos logistik global, utamanya setelah perang di Timur Tengah dan pelemahan nilai tukar rupiah. Ducati juga memastikan harga lama masih berlaku untuk stok yang saat ini tersedia di gudang.

"Kalau barangnya ready stock di kita, harganya tetap normal. Yang mengalami penyesuaian adalah barang yang dipesan dan masuk setelah 8 Juni. Jadi selama sparepart masih ada stok lama, kita tidak menaikkan harga," kata Direktur After Sales Ducati Indonesia Dito Mulyawadi kepada CNBC Indonesia, Jumat (12/6/2026).

Artinya penyesuaian harga tidak berlaku untuk barang yang sudah tersedia di jaringan Ducati Indonesia. Ia menyebut Ducati sebenarnya berupaya mempertahankan harga selama mungkin agar tidak membebani konsumen.

"Kita sebenarnya nggak mau naikin harga. Selama ini kita tahan di angka yang sesuai dengan MSRP (Manufacturer Suggested Retail Price), tapi makin ke sini makin tidak relevan dengan kondisi yang terjadi di sekitar kita," kata Dito.

Tekanan biaya mulai terasa ketika ongkos pengiriman internasional meningkat akibat gejolak global. Saat itu Ducati Indonesia memilih tidak mengubah harga jual dan hanya menambahkan fuel surcharge untuk menutupi sebagian kenaikan biaya logistik.

"Awalnya kita hanya menambahkan fuel surcharge sekitar 8,5% sampai 10%. Pricelist yang ada tidak kita ubah, hanya ada tambahan biaya pengiriman karena kenaikan biaya logistik," ujarnya.

Meski biaya operasional dan impor terus meningkat, Ducati Indonesia tetap menahan harga dengan harapan kondisi ekonomi dan nilai tukar dapat kembali membaik. Namun strategi tersebut membuat margin perusahaan terus tergerus dalam beberapa bulan terakhir.

"Selama sekian bulan margin kita terkikis banyak. Tapi kita tetap tahan karena berharap situasinya membaik," kata Dito.

Situasi berubah ketika nilai tukar rupiah menyentuh level Rp18.000 per dolar AS. Sebagai merek yang mengimpor seluruh suku cadang, aksesori, dan apparel langsung dari Italia, Ducati juga terdampak oleh penguatan euro yang membuat biaya pengadaan semakin tinggi.

"Setelah rupiah menyentuh Rp18.000 per dolar, kita lihat karena euro juga berdampak dan kita beli pakai euro. Maka barang-barang yang masuk berikutnya mengalami penyesuaian harga sekitar hampir 20%," ungkapnya.

[Gambas:Instagram]

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |