Harga Cabai Rawit Merah Rp123.500, Bapanas Telepon Petani-Temukan Ini

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga cabai di tingkat konsumen terpantau masih bertahan tinggi, bahkan menembus level Rp120.000 per kilogram (kg).

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di gerai swalayan di Bekasi, Jawa Barat, Senin (23/2/2026) malam. harga cabai rawit merah tercatat mencapai Rp123.500 per kg. Sementara itu, cabai merah keriting dijual Rp64.500 per kg, dan cabai rawit hijau Rp76.500 per kg. Harga tersebut sudah jauh melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP) yang ditetapkan pemerintah.

Sementara, situs resmi Informasi Pangan Jakarta mencatat, hari ini, Selasa (24/2/2026), harga cabai rawit merah turun Rp5.465 ke Rp109.452 per kg, harga cabai merah keriting turun Rp3.028 ke Rp54.468 per kg, dan harga cabai rawit hijau turun Rp1.141 ke Rp63.367 per kg. Sedangkan harga cabai merah besar naik Rp202 ke Rp57.369 per kg. 

Apa penyebabnya?

Deputi I Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) I Gusti Ketut Astawa mengungkapkan, kenaikan harga cabai dipicu oleh berkurangnya hasil panen akibat faktor cuaca, khususnya curah hujan yang masih tinggi di sejumlah sentra produksi.

"Barusan saya menelepon Pak Suyono di Kediri, yang jadi champion cabai kita (Bapanas). Memang harga di sana, di Pasar Induk Pare Kediri, petani menerimanya Rp79.000 per kg. Jadi memang tinggi," ujar Ketut kepada CNBC Indonesia, Selasa (24/2/2026).

Menurut Ketut, tingginya harga di tingkat petani terjadi karena hasil petikan cabai belum optimal.

"Nah, tentu, saya tanya tadi apa alasannya. Alasannya masih sama, petikannya masih kurang, curah hujan masih tinggi," jelasnya.

Ia mengatakan, kondisi tersebut terjadi baik pada cabai rawit merah maupun cabai merah keriting. Meski secara produksi tanaman cabai di lahan cukup banyak, petani belum berani melakukan panen.

"Kalau standing crop-nya banyak. Panennya yang masih nggak berani, karena takut keburu busuk," ucap dia.

Ketut pun tak menampik kondisi harga di wilayah Jakarta mengalami kenaikan, jika dibandingkan dengan wilayah lainnya. "Di Palembang cabai rawit merah harganya bagus, Rp70.000-an (per kg). Kemudian harga cabai keriting sekitar Rp50.000-an sekian (per kg). Beda dengan di Jakarta. Di Jakarta agak naik sedikit," ujarnya.

Ia mengatakan, petani di sentra produksi sebenarnya optimistis kondisi akan membaik seiring berkurangnya curah hujan.

"Informasi Pak Suyono, optimis dengan sedikit curah hujannya sudah mulai berkurang. Hari ini nggak begitu lebat. Mudah-mudahan besok sudah agak berkurang curah hujan. Insya Allah sudah mulai nambah panennya," tutur Ketut.

Saat ditanya mengenai harga di tingkat petani yang mencapai Rp79.000 per kg, Ketut mengakui angka tersebut tergolong sangat tinggi.

"Iya, tinggi banget. Tinggi. Makanya ini yang nanti jam 2 kami mau rakor-kan (Rapat Koordinasi)," katanya.

Ia menyebut Bapanas akan menggelar rapat koordinasi untuk mengupayakan pengendalian kenaikan harga, termasuk di tingkat pelelangan petani.

"Kami akan rakor dulu memetakan seluruh. Karena kami akan mengundang seluruh champion seluruh Indonesia, mengundang seluruh Dirkrimsus, mengundang seluruh Kadis provinsi, baik itu Kadis pertanian, Kadis perdagangan, dan Kadis ketahanan pangan," jelas dia.

Selain itu, Bapanas juga telah melakukan langkah jangka pendek untuk menahan kenaikan harga di Jakarta melalui fasilitasi distribusi pangan (FDP).

"Dengan mendrop ke PIKJ (Pasar Induk Kramat Jati), sudah hampir 6 ton-an lah dari 4 hari yang lalu," kata Ketut.

Namun demikian, ia mengakui volume tersebut belum cukup untuk menutup kebutuhan harian masyarakat di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Secara prinsip distribusi nggak (jadi faktor kenaikan harga). Justru sekarang kita ini kan lakukan FDP ini sebenarnya, fasilitasi distribusi pangan. Kepada PIKJ yang kemarin yang pertama 0,98 ton, yang kedua hampir 2 ton, yang ketiga mendekat di 1,5 ton, keempat baru 1 ton. Jadi belum bisa kami langsung datangkan 4 ton dalam satu hari," jelasnya.

"Kalau kita bisa mendatangkan 4 ton satu hari, tentu PIKJ (Pasar Induk Kramat Jati) untuk seluruh wilayah Jakarta akan bisa kita segera kendalikan," pungkasnya.

(dce)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |