Jakarta, CNBC Indonesia - Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran telah berlangsung hampir dua bulan. Konflik ini tidak hanya memicu korban jiwa dan gangguan pasokan energi global, tetapi juga melahirkan berbagai istilah yang kerap muncul dalam pemberitaan.
Konflik ini bahkan mengguncang jalur vital dunia seperti Selat Hormuz, yang selama ini menjadi jalur sekitar 20% pasokan minyak global. Ancaman penutupan jalur tersebut oleh pihak-pihak yang bertikai membuat pasar energi global bergejolak dan memicu lonjakan harga energi di berbagai negara.
Berikut 10 istilah penting yang kerap digunakan dalam konflik ini, beserta maknanya, seperti dikutip Al Jazeera, Senin (20/4/2026).
1. Hormuz
Selat Hormuz merupakan jalur laut sempit antara Iran dan Oman yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Jalur ini menjadi salah satu chokepoint energi paling krusial di dunia karena dilalui sekitar 20% distribusi minyak global setiap harinya.
Sejak konflik pecah, akses ke selat ini beberapa kali dibatasi bahkan nyaris ditutup, memicu kekhawatiran krisis energi global. Dari sisi historis, nama "Hormuz" diyakini berkaitan dengan "Ahura Mazda", dewa tertinggi dalam kepercayaan Zoroastrianisme, yang berarti "Tuhan yang Bijaksana".
2. Shahed
Drone Shahed adalah amunisi jelajah berbiaya rendah milik Iran yang sering disebut sebagai "drone kamikaze". Drone ini membawa bahan peledak dan dirancang untuk menghantam target secara langsung.
Keunggulan utamanya adalah biaya produksi yang murah dan kemampuan diluncurkan dalam jumlah besar secara bersamaan. Taktik ini membuat sistem pertahanan udara lawan kewalahan karena harus mencegat banyak target sekaligus.
3. Tomahawk
Istilah Tomahawk awalnya merujuk pada kapak tradisional yang digunakan oleh masyarakat adat Amerika Utara. Dalam konteks modern, Tomahawk adalah rudal jelajah presisi tinggi milik AS yang mampu menyerang target dari jarak lebih dari 1.600 kilometer dalam berbagai kondisi cuaca.
Rudal ini dikenal karena akurasinya yang tinggi dan sering digunakan dalam operasi militer strategis. Namun, penggunaannya juga menuai kritik.
Kelompok hak asasi manusia menuding salah satu serangan Tomahawk menghantam sekolah di Iran dan menewaskan hampir 170 anak pada awal konflik.
4. Minab
Minab adalah kota di Iran yang terletak dekat Selat Hormuz dan dikenal sebagai wilayah pertanian subur atau "oasis". Kota ini terkenal dengan produksi jeruk dan kurma yang melimpah.
Nama "Minab" diyakini berasal dari bahasa Persia yang berarti "air biru" atau "air jernih", mencerminkan kekayaan sumber daya air di wilayah tersebut.
Namun dalam konflik ini, Minab menjadi sorotan setelah fasilitas sipil di wilayah tersebut dilaporkan terkena dampak serangan militer.
5. Bab al-Mandeb
Bab al-Mandeb, yang berarti "Gerbang Air Mata", adalah selat strategis yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden. Jalur ini menjadi penghubung utama perdagangan antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez.
Dalam perang ini, kelompok Houthi di Yaman yang bersekutu dengan Iran, beberapa kali mengancam akan menutup jalur tersebut. Ancaman ini meningkatkan kekhawatiran gangguan rantai pasok global.
6. Epic (Fury)
"Epic Fury" adalah nama sandi operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap Iran yang diluncurkan pada 28 Februari. Nama ini kerap muncul dalam pernyataan resmi Gedung Putih.
Secara etimologis, "epic" berarti kisah besar atau heroik, sementara "fury" berarti kemarahan atau amarah. Digabungkan, istilah ini mencerminkan skala besar dan intensitas tinggi operasi militer tersebut.
Istilah ini juga digunakan untuk membangun narasi kekuatan dan legitimasi dalam komunikasi publik.
7. Ayatollah
Ayatollah adalah gelar tinggi dalam Islam Syiah yang diberikan kepada ulama dengan keahlian mendalam dalam hukum Islam, teologi, dan ilmu agama. Istilah ini berarti "Tanda Tuhan".
Dalam konteks Iran, Ayatollah memiliki peran penting tidak hanya dalam urusan agama, tetapi juga politik.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan tewas dalam konflik pada 28 Februari dan digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei. Situasi ini menjadi sebuah perkembangan besar yang mengguncang struktur kekuasaan Iran.
8. Kharg
Pulau Kharg adalah pusat ekspor minyak utama Iran yang terletak di Teluk Persia. Pulau ini menjadi tulang punggung distribusi energi negara tersebut ke pasar global.
Karena perannya yang vital, Kharg menjadi target strategis dalam konflik. Pada Maret, operasi udara besar-besaran AS menghantam lebih dari 90 titik militer di pulau ini, meski dilaporkan menghindari infrastruktur energi utama.
9. Kafir
Kata "kafir" berasal dari bahasa Arab yang secara harfiah berarti "orang yang menutupi kebenaran". Dalam banyak konteks, istilah ini diterjemahkan sebagai "tidak beriman".
Istilah ini kembali menjadi sorotan setelah Menteri Pertahanan AS terlihat memiliki tato berbahasa Arab yang memicu perdebatan publik. Dalam konflik, istilah ini sering digunakan dalam narasi ideologis yang memperkuat polarisasi antara pihak-pihak yang bertikai.
10. Khatam Al Anbiya
Khatam al-Anbiya adalah nama markas besar Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Secara harfiah berarti "Segel Para Nabi", merujuk pada Nabi Muhammad sebagai penutup para nabi dalam Islam.
Nama ini mencerminkan dimensi religius yang kuat dalam struktur militer Iran. Juru bicara IRGC, Ebrahim Zolfaghari, sempat menarik perhatian publik dengan retorika keras terhadap AS, termasuk meniru gaya komunikasi Presiden AS Donald Trump.
(tfa/luc)
Addsource on Google


















































