Gubernur Bank Sentral Ini Warning Dunia, "Petaka Baru" Keuangan Global

4 hours ago 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur bank sentral Inggris, Bank of England, Andrew Bailey, tiba-tiba memberi peringatan ke keuangan global. Hal ini terungkap melalui surat dua halaman yang ia berikan ke menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara G20, di sela-sela pertemuan Senin.

Menurutnya, ancaman kini muncul dari kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Dalam perkembangan tingkat lanjut, AI dapat memicu koreksi yang tidak teratur di pasar keuangan global.

"Kemunculan apa yang disebut sebagai model frontier AI (AI tingkat lanjut) menunjukkan otonomi dan kemampuan pemecahan masalah yang semakin canggih, serta potensi ancaman," tegasnya sebagaimana dimuat CNBC International, Selasa (1/9/2026).

Hal ini tak main-main. Dijelaskan Bailey dalam kapasitasnya sebagai Ketua Financial Stability Board (sebuah badan internasional yang mengoordinasikan kebijakan dan memberikan rekomendasi kepada otoritas nasional), dampak potensial dari perkembangan AI dengan model yang paling canggih berisiko terhadap serangan siber.

"Kekhawatiran paling mendesak bagi sistem keuangan," katanya lagi.

Frontier AI ini, tambahnya, berpotensi mengubah secara signifikan kecepatan, skala, dan aspek ekonomi dari risiko siber, yang dapat menggerogoti kepercayaan pasar di seluruh sistem. Terutama, akibat tingginya konsentrasi penyedia layanan pihak ketiga.

"Perkembangan terkini juga menyadarkan saya bahwa banyak yurisdiksi belum memiliki protokol untuk mengelola pengembangan, peluncuran, dan penerapan model frontier AI yang canggih, sehingga meningkatkan risiko bagi sektor keuangan dan sektor lainnya," jelasnya.

Surat tersebut juga menambah deretan peringatan mengenai bahaya yang terkait dengan AI canggih. Ini muncul tak lama setelah serangkaian insiden penting terjadi, merujuk ke pengujian Anthropic dan OpenAI yang melampaui batasan pengamanan yang ditetapkan.

"Lembaga keuangan dan penyedia teknologi perlu meningkatkan kemampuan manajemen kerentanan, respons, serta pemulihan... Dan, bersiap menghadapi skenario yang lebih parah yang melibatkan gangguan serentak di berbagai perusahaan atau ketergantungan pada teknologi yang sama," kata Bailey.

Sementara itu, di kesempatan yang sama, Bailey juga menyoroti sejumlah kekhawatiran lain di pasar keuangan global. Mulai dari "kerentanan" di pasar utang negara, meningkatnya penggunaan utang oleh investor di pasar ekuitas, serta valuasi aset yang sudah terlalu tinggi. khususnya pada investasi yang terkait dengan AI.

Perlu diketahui saat ini para menteri keuangan dunia, gubernur bank sentral negara-negara, serta pejabat senior lainnya sedang berada di Amerika Serikat (AS). Paman Sam menjadi tuan rumah pertemuan puncak G20 di Asheville, Carolina Utara, pekan ini, untuk membahas prioritas ekonomi global.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |