Penyebab Inflasi Agustus 0,21%: Harga Beras, Ayam dan Cabai Makin Mahal

2 hours ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia-Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Agustus 2026 sebesar 0,21% secara bulanan (month-to-month/mtm). Ini dorong oleh makanan minuman dan tembakau dengan andil inflasi 0,17%.

"Penyumbang utama inflasi Agustus mtm makanan minuman dan tembakau," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026)

Secara lebih rinci, penyebab inflasi adalah daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar dan beras. Kelompok lain penyumbang inflasi adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya terutama emas perhiasan.

Diketahui secara tahunan atau year on year, inflasi mencapai 3,19%. Pendorongnya adalah daging ayam ras, ikan segar, minyak goreng dan beras. Kemudian emas perhiasan dan bensin, tarif angkutan udara dan oli mesin.

Rilis BPS Selasa, (1/9/2026). (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics)Rilis BPS Selasa, (1/9/2026). (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics) Foto: Rilis BPS Selasa, (1/9/2026). (Tangkapan Layar Youtube BPS Statistics)

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia, dari 13 institusi/lembaga memperkirakan IHK secara bulanan (month-to-month/mtm) naik atau mengalami inflasi sebesar 0,17%.

Sementara itu, IHK secara tahunan (year-on-year/yoy) diperkirakan naik atau mengalami inflasi sebesar 3,11%.

Sebagai catatan, pada rilis inflasi sebelumnya untuk periode Juli 2026, tercatat mengalami deflasi sebesar 0,14% (mtm), sedangkan secara tahunan terjadi inflasi sebesar 2,88% (yoy).

(mij/mij) [Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |