GTRA Ngebut Capai Target Rp1 Triliun, Armada Digeber 1.800 Unit!

4 hours ago 4

Gelson Kurniawan,  CNBC Indonesia

24 June 2026 15:25

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Grahaprima Suksesmandiri Tbk (GTRA) menargetkan pendapatan sekitar Rp 1 triliun pada 2026. Target ini didukung oleh rencana penambahan armada serta pertumbuhan permintaan dari sektor fast moving consumer goods (FMCG) dan e-commerce.

Direktur Utama GTRA Ronny Senjaya mengatakan bisnis logistik domestik masih memiliki ruang tumbuh yang cukup besar karena karakteristik permintaan yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat.

"Bisnis kami tidak menurun karena pelanggan FMCG dan e-commerce sebagai basis utama masih sangat kuat meskipun terdapat fluktuasi global maupun domestik," ujarnya dalam Paparan Publik, Selasa (23/6/2026).

Armada Bertambah, Ekspansi ke Makassar

Untuk menopang target tersebut, GTRA berencana menambah sekitar 600 unit truk hingga akhir 2026. Armada operasional perseroan saat ini tercatat 1.200 unit, sehingga diproyeksikan menjadi sekitar 1.800 unit.

Selain penambahan armada, perseroan menyiapkan ekspansi jaringan ke Makassar guna memperkuat cakupan layanan di wilayah Indonesia Timur. Ekspansi ini melengkapi jaringan operasional GTRA yang saat ini sudah mencakup seluruh Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera termasuk Lampung, Pekanbaru, dan Medan.

Di sektor FMCG, pelanggan utama GTRA antara lain Grup Mayora, Kapal Api, Mondelez, Wings, dll. Sementara di segmen kurir, perseroan bermitra dengan JNT dan Shopee Express. Rekam jejak perseroan di industri juga mendapat pengakuan, setelah GTRA meraih penghargaan Fastest Growing Transportation Company di CNBC Indonesia Awards 2025.

Efisiensi Operasional dan Transformasi Digital

Pada sisi operasional, GTRA menargetkan tingkat utilisasi armada naik dari kisaran 80%-85% menjadi 90%-95%. Upaya ini ditempuh melalui perbaikan proses perawatan kendaraan, percepatan turnaround armada, dan penguatan sistem operasional berbasis teknologi.

Perseroan juga mengembangkan fasilitas pool terintegrasi di Deltamas yang dilengkapi workshop internal dan pusat pelatihan, serta mendorong transformasi menuju model logistics technology (logtech) untuk meningkatkan visibilitas rantai distribusi dan integrasi proses bisnis.

Kinerja Awal Tahun Solid, Neraca Terus Menguat

Optimisme manajemen ditopang oleh kinerja kuartal I-2026 yang positif. Pendapatan GTRA tumbuh 45,30% year-on-year (yoy) menjadi Rp198,22 miliar. Laba bruto naik 34,66% yoy menjadi Rp74,64 miliar, sedangkan laba sebelum pajak tumbuh 27,59% yoy menjadi Rp30,02 miliar. Laba bersih tercatat naik 12,69% yoy menjadi Rp20,18 miliar.

Dari sisi neraca, total aset perseroan per 31 Maret 2026 sudah mencapai Rp1,41 triliun, tumbuh 13,82% dari posisi akhir 2025 sebesar Rp1,24 triliun.

Tren ini melanjutkan pertumbuhan sepanjang 2025, di mana pendapatan perseroan mencapai Rp 656,30 miliar, naik 53,01% dari Rp428,93 miliar pada 2024. Laba bersih melonjak 75,49% menjadi Rp69,28 miliar, dengan laba per saham dasar naik 75,29% menjadi Rp36,48.

Return on Equity (ROE) juga meningkat signifikan dari 12,32% menjadi 17,92%, mencerminkan penguatan fundamental bisnis perseroan.

-

Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(gls/gls)

Add logo_svg as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |