Gencarkan Hilirisasi Nikel, Maluku Utara Siapkan SDM Ungggul

5 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Provinsi Maluku Utara tengah memprioritaskan penyiapan sumber daya manusia (SDM) guna mengimbangi pembangunan industri hilirisasi nikel di wilayah tersebut. Hal itu untuk menyambungkan ketersediaan tenaga kerja lokal dengan kebutuhan spesifik industri baterai dan energi terbarukan yang kini menjadi motor utama ekonomi daerah.

Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda menjelaskan pihaknya fokus pada pengembangan pendidikan vokasi melalui politeknik. Ia menilai perlunya langkah cepat untuk mengatasi adanya kesenjangan antara sistem pendidikan saat ini dengan kualifikasi teknis yang dibutuhkan oleh industri masa depan.

"Kami dari Pemprov Maluku Utara fokus kepada fokasi politeknik. Jadi kita menyadari ada missing link antara sistem edukasi dengan kebutuhan skill yang dibutuhkan oleh industri masa depan ini," katanya dalam acara Mining Zone CNBC Indonesia, Jumat (12/6/2026).

Pihaknya menjalin kerja sama dengan sejumlah universitas terbaik di Indonesia untuk menyiapkan program studi yang relevan dengan industri energi terbarukan. Selain itu, kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mulai disesuaikan dengan melibatkan langsung para pelaku industri agar lulusannya memiliki keahlian yang terstandardisasi.

"Sehingga tidak semua harus menunggu lulus S1 untuk bisa bekerja, tapi ada skill-skill yang sudah bisa didapat melalui sekolah vokasi dan kemudian mereka sudah siap untuk bekerja setelah lulus SMK. Itu PR yang sedang kita persiapkan," kata Sherly.

Hal itu juga mengingat pertumbuhan industri hilirisasi di Maluku Utara yang diprediksi masih akan terus meningkat. Ke depan, daerah tersebut tidak hanya akan memproduksi feronikel, tetapi juga menjadi pusat produksi sel baterai hingga perangkat penyimpanan energi yang membutuhkan tenaga kerja terampil di bidang teknologi tinggi.

"Persiapan sumber daya manusia kita tidak bisa seperti dulu lagi, kita harus berubah dengan sangat cepat. Dan yang paling mengerti kurikulum dan bagaimana menyiapkan sumber daya manusianya adalah pelaku industri tersebut sendiri," tuturnya.

Saat ini, salah satu kawasan industri di Maluku Utara dilaporkan telah menyerap sekitar 100 ribu tenaga kerja, namun porsi serapan untuk putra-putri daerah masih terus dioptimalkan. Pihaknya berharap dengan persiapan pendidikan yang matang, masyarakat lokal tidak lagi hanya mengisi posisi kerja dasar, melainkan mampu menduduki jabatan strategis seperti teknisi, pengawas, hingga manajer.

"Itu pun menjadi PR kami untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia putera-puteri Maluku Utara sehingga lebih banyak lagi SDM Maluku Utara yang terserap. Karena saat ini masih dari berbagai Indonesia yang bekerja," tandasnya.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |