Fakta-fakta Tabrak Lari Maut Berujung Penabrak Tertemper Kereta

2 hours ago 11
Jakarta -

Brak! Suasana dini hari di kawasan Mangga Dua, Jakarta Utara (Jakut) mendadak gempar. Satu unit mobil terlibat benturan dengan kereta di perlintasan sebidang Mangga Dua.

"Akibat kejadian dengan kereta tersebut kendaraan roda empat Mazda mengalami kerusakan," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Ojo Ruslani, Jumat (2/1/2026).

Sejumlah orang mengerubungi mobil berkelir hitam yang ringsek usai tertemper kereta api (KA). Mereka terbakar amarah karena ternyata mobil tersebut terlibat tabrak lari di Tambora, Jakarta Barat (Jakbar) sebelum insiden menabrak KA.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mobil tersebut awalnya melaju di Tambora dan terlibat kecelakaan dengan sejumlah pengendara motor dan pejalan kaki. Mobil Mazda CX-5 nopol B-17940-JVH itu lalu tancap gas hingga berhenti usai tabrakan dengan KA di perlintasan Mangga Dua.

Berikut fakta-fakta kasus mobil tabrak lari berujung tertabrak KA yang dirangkum detikcom, Sabtu (3/2/2026):

Insiden Tabrak Lari di Tambora

Mobil Mazda CX-5 berkelir hitam itu awalnya melaju di Jalan Tanah Sereal IV dari arah selatan ke utara. Di sana, mobil tersebut menabrak pemotor hingga pejalan kaki.

Begitu tiba di dekat minimarket wilayah Tambora, mobil itu menabrak motor yang dikendarai Rai Nazril Jibran (17) yang sedang berboncengan dengan Valentino (19) dan Alfinza (16). Mobil itu kembali menabrak sepeda motor yang dikemudikan Satrio (16) dan seorang pejalan kaki, M Devran (10).

"Selanjutnya menabrak kendaraan motor PCX Provit--belum diketahui nopolnya--yang dikendarai Satrio, selanjutnya menabrak pejalan kaki M Devran yang berjalan searah di depannya," kata AKBP Ojo.

Insiden tabrakan di Tambora ini terjadi pada Jumat (2/1) dini hari sekitar pukul 02.20 WIB.

Tabrak Lari Sebabkan 2 Korban Tewas dan 3 Luka

Pada insiden kecelakaan di Tambora, ada dua orang korban jiwa dan 3 orang terluka akibat tertabrak mobil Mazda CX-5. Seorang korban bernama Satrio yang merupakan pengendara motor Honda PCX meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Satu korban jiwa lainnya bernama Valentino yang merupakan pembonceng motor yang dikemudikan Rai Nazril. Kedua korban mengalami luka pada kepala, kaki, dan tangan.

"Yang meninggal dunia di TKP pertama Tanah Sereal adalah pengemudi motor PCX, langsung dibawa ke RSUD Tangerang. Yang penumpang meninggal dalam perawatan di RSUD Tarakan," kata AKBP Ojo.

Sedangkan 3 orang terluka ialah Rai Nazril yang mengendarai motor yang belum diketahui nopolnya dan teman yang diboncengnya, Alfinza, serta seorang pejalan kaki, M Devran. Ketiganya dirawat di RSUD Tarakan.

Mobil Mazda CX-5 berwarna hitam itu melaju di Jalan Tanah Sereal IV dari arah selatan ke utara. Begitu tiba di dekat minimarket, mobil itu menabrak motor yang dikendarai Rai Nazril yang sedang berboncengan dengan Valentino dan Alfinza.

Mobil Tabrak KA di Mangga Dua

Setelah terjadi kecelakaan di Tambora, pengemudi mobil Mazda CX-5 tancap gas. Massa mengejar mobil itu dari Tambora hingga Mangga Dua.

Mobil tersebut akhirnya menabrak KA lokomotif 2510 setelah menerobos pelintasan rel di Mangga Dua sekitar pukul 02.35 WIB.

"Penabrak gunakan mobil Mazda lari ke wilayah Jakut dikejar massa, melawan arus, terobos palang pintu kemudian tersenggol kereta, kemudian diamuk massa," katanya.

Sopir Mobil Gantian Usai Tabrak Lari

Polisi mengungkap fakta baru terkait kasus tabrak lari yang berujung mobil Mazda CX-5 tertemper kereta di Jakut. Ternyata ada sopir pertama yang menabrak sejumlah motor dan pejalan kaki hingga menewaskan dua orang di Tambora.

"Penabrak orang di Tanah Sereal bukan JC, tapi rekannya JC," kata AKBP Ojo.

Ojo menyampaikan fakta ini diperoleh setelah pihak kepolisian menginterogasi saksi-saksi di dalam mobil tersebut.

"Saya barusan interogasi saksi yang ada dalam mobil Mazda yang saat ini masih diamankan di Unit Laka Jakarta Utara," imbuhnya.

Setelah melakukan tabrak lari tersebut, terjadi pergantian pengemudi Mazda CX-5. Mobil tersebut kemudian dikemudikan JC, sementara pengemudi awal melarikan diri.

"(Pengemudi pertama) sedang kita cari, karena lari saat bergantian mengemudi antara temennya JC dengan JC," ucapnya.

"Karena kurang yakin JC kepada temannya, karena habis menabrak itu maka kemudi diambil alih oleh JC," sambungnya.

Pengemudi Kedua Panik

Sejumlah orang mengejar mobil Mazda CX-5 hitam usai menabrak sejumlah pemotor dan pejalan kaki di Tambora. JC yang mengambil alih kemudi lalu panik hingga menabrak lokomotif KA di perlintasan rel Mangga Dua.

"Karena panik, maka JC saat melintas rel KA di Gunung Sahari menabrak lokomotif yang sedang melintas, padahal palang pintu KA sudah tertutup dan sudah terdengar tanda bunyi KA," paparnya.

(jbr/mei)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |