Duh, Gerakan Tutup Mulut Anak Bikin Ibu Khawatir

4 days ago 1

Jakarta -

Sebagai ibu, tentu ingin anak tumbuh dan berkembang dengan baik. Sayangnya, untuk mewujudkan hal tersebut kerap menghadirkan tantangan tersendiri.

Salah satu tantangan yang kerap dirasakan yakni Gerakan Tutup Mulut (GTM) yang sering dilakukan anak. Biasanya saat anak GTM, mereka menolak makan dengan menutup mulut rapat, memalingkan wajah, hingga melepehkan makanan.

Kondisi tersebut kerap menghadirkan kekhawatiran tersendiri bagi orang tua. Hal itu dirasakan oleh Nova, salah satu peserta Gerakan Makan Tanpa Drama yang diselenggarakan oleh Sakatonik Curcuma.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibu yang memiliki anak berusia 3 tahun itu mengakui, saat anak GTM, orang tua merasa khawatir terhadap tumbuh kembang buah hati. Sebab, pada saat itu anak sama sekali tidak mengkonsumsi makanan pokok yang telah disediakan.

"GTM tentu bikin kepikiran. Apalagi anak sampai nggak mau makan," kata Nova kepada detikcom di Stadion Heroic, Serang, Banten, Selasa (28/7/2026).

Dia mengatakan, saat anak GTM, biasanya dirinya membuat menu makanan yang lebih variatif. Hal itu dilakukan agar anak tidak merasa bosan dengan makanan yang dikonsumsi. Sebab, rasa bosan kerap menjadi salah satu faktor penyebab anak GTM.

"Makanannya kita ubah lebih variatif, biar anak nggak bosan," jelasnya.

Tidak hanya itu, untuk menunjang nafsu makan, dirinya juga memberikan multivitamin tambahan seperti Sakatonik. Menurutnya, pemberian multivitamin tersebut membuat nafsu makan anak menjadi lebih baik.

"Saya juga ngasih anak Sakatonik. Lumayan untuk menambah nafsu makan anak," ungkapnya.

Sementara itu, Group Head of Marketing & Consumer Insights Kalbe Consumer Health, Irwan Wijaya, mengatakan kehadiran acara Gerakan Makan Tanpa Drama merupakan upaya Kalbe untuk memberikan edukasi terkait pentingnya menjaga kebutuhan nutrisi seimbang pada masa pertumbuhan anak.

"Jadi berdasarkan riset yang kita dapetin, bahwa memang masih banyak orang tua yang kesulitan untuk memberikan pengalaman yang menarik saat makan bersama anaknya. Karena nafsu makan yang berkurang," kata Irwan.

Dia berharap melalui kampanye tersebut tidak ada lagi drama anak susah makan, sehingga tumbuh kembang anak bisa lebih maksimal.

"Nah, maka dari itu sebagai perusahaan farmasi terbesar di Indonesia, Kalbe Farma, melalui produk Sakatonik Curcuma Madu, kami melakukan edukasi yang berkelanjutan melalui kampanye Gerakan Makan Tanpa Drama," tutup Irwan.

Lihat juga Video: Anak Nggak Mau Makan, Apakah Bisa Diganti Susu?

(akd/akd)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |