DPR Ungkap Mie Sedaap Janji Tak Lagi Rumahkan Ratusan Karyawan

2 hours ago 2
Jakarta -

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima aspirasi pekerja Mie Sedaap terkait kabar pemutusan hubungan kerja (PHK). Dasco mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan manajemen perusahaan dan meminta agar kebijakan tersebut dihentikan.

"Pihak DPR RI telah menerima aspirasi dari pekerja Mie Sedaap, dan tadi kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak Mie Sedaap," kata Dasco kepada wartawan, Senin (23/2/2026).

Dasco mengatakan, dari hasil audiensi tersebut, pihak Mie Sedaap sepakat untuk tidak melakukan PHK. Menurutnya, langkah penghentian PHK itu penting terlebih menjelang Hari Raya Lebaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Didapatkan hasil bahwa pihak Mie Sedaap akan segera menyetop PHK yang terjadi, dan pihak Mie Sedaap juga berjanji tidak akan ada PHK-PHK di Mie Sedaap lagi," ujarnya.

"Ini adalah hal yang menurut kami seharusnya tidak terjadi pada saat puasa dan menjelang Lebaran. Sehingga tadi sepakat pihak Mie Sedaap untuk menyetop PHK," sambungnya.

Saat ditanya mengenai rencana kunjungan ke pihak terkait, Dasco menilai komitmen dari pihak manajemen sudah cukup. Dasco berharap situasi ketenagakerjaan tetap kondusif menjelang Lebaran.

"Saya pikir sudah cukup apa namanya komitmen dari pihak Mie Sedaap. Tadi kami sudah lakukan koordinasi dan saya pikir para pekerja dapat kembali tenang bekerja, sehingga ya kita sama-sama berpuasa dengan tenang dan menghadapi Lebaran dengan tenang," tuturnya.

Sebelumnya, PT Karunia Alam Segar selaku produsen Mie Sedaap di Gresik Jawa Timur (Jatim) buka suara soal kabar perusahaan yang merumahkan 400-500 karyawannya jelang Lebaran.

Kabar tersebut viral di media sosial, dan diduga untuk menghindari pemberian THR. Merespons hal itu, pihak perusahaan pun buka suara.

Human Resources & General Affairs PT Karunia Alam Segar Peter Sindaru membantah kabar miring tersebut. Peter mengatakan keputusan merumahkan karyawan tersebut dilakukan sebagai bagian dari dinamika operasional industri manufaktur padat karya.

"Sebagai industri manufaktur padat karya, operasional perusahaan sangat dipengaruhi oleh dinamika permintaan pasar. Oleh karena itu, penyesuaian kapasitas produksi merupakan hal yang lazim dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha secara berkelanjutan," ujar Peter kepada detikcom, Senin (23/2).

(amw/fca)


Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |