Indonesia Darurat Literasi, Waka MPR Tekankan Kolaborasi Multipihak

3 hours ago 4

Jakarta -

Anggota MPR RI Lestari Moerdijat (Rerie) mendorong peningkatan peran daerah dalam kolaborasi multipihak untuk membangun kecakapan literasi dan pengembangan budaya baca di Tanah Air.

"Program peningkatan literasi masyarakat tidak boleh berjalan sendiri-sendiri. Upaya pemerintah pusat harus didukung oleh pemerintah daerah dan masyarakat," ujar Rerie, dalam keterangannya, Jumat (19/6/2026).

"Sinergi antara para pihak terkait harus diperkuat dengan aksi nyata," sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah catatan itu, menurut Rerie, harus dijawab dengan penguatan kolaborasi multipihak secara masif dan berkelanjutan.

Menurut Rerie, persoalan utama literasi di Indonesia bukan semata ketiadaan minat baca. Dukungan masif dalam membangun ekosistem baca yang baik sejak dini sangat dibutuhkan.

Rerie menegaskan rendahnya tingkat ketersediaan dan keterjangkauan akses terhadap bahan bacaan yang bermutu, harus segera diatasi dengan langkah nyata. Ia mendorong agar layanan perpustakaan dapat menjangkau hingga ke desa-desa.

Rerie berharap perpustakaan dapat menjadi pusat kegiatan masyarakat, bukan sekadar tempat menyimpan buku. Selain itu, tegas Rerie, dinas pendidikan (disdik) harus mampu mengintegrasikan pengajaran pengembangan literasi dalam kurikulum maupun kegiatan ekstrakurikuler di institusi pendidikan.

"Saat ini, momentum untuk bergerak. Bangsa ini butuh generasi yang cerdas dan berkarakter, dan itu dimulai dari kemampuan literasi," kata Rerie.

Sebelumnya, Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) E Aminudin dalam acara bedah buku 'Literasi di Daerah Realitas dan Strategi Kebijakan Perpustakaan Daerah', Kamis (18/6) menegaskan pemerintah daerah (pemda) memegang peran strategis sebagai ujung tombak dalam upaya peningkatan literasi masyarakat.

Menurut Aminudin, pada dasarnya pembangunan kecakapan literasi dan pengembangan budaya baca berlangsung di daerah.

Perpusnas mencatat Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) nasional pada Maret 2026 masih berada pada angka 40,6-masuk dalam kategori rendah (skala 30-49,9). Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) nasional tercatat di angka 54,80-masuk dalam kategori sedang (40,1-60).

(akn/ega)

Read Entire Article
Kepri Bersatu| | | |